Rabu09252013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Minat Baca Masyarakat Kepri Masih Rendah

Minat Baca Masyarakat Kepri Masih Rendah

KARIMUN (HK) - Minat baca masyarakat di Provinsi Kepri dinilai masih rendah. Hal itu dilihat dari jumlah pengunjung dan presentase kunjungan dalam jenjang pendidikan ke perpustakaan. Demikian dikatakan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri, Amir husin MM.

Ia mengatakan, angka tertinggi kunjungan masyarakat ke perpustakaan milik Provinsi Kepri di Tanjung Pinang dari kalangan mahasiswa, dengan persentasi hanya 60 persen sedangkan untuk pelajar masih sangat rendah.

Menurut Amir, rendahnya angka kunjungan dari pelajar dikarenakan jam belajar siswa di sekolah sudah cukup padat, maka waktu untuk mengunjungi perpustakaan terbatas.

"Untuk itu kita akan membuat suatu program wajib kunjungan. Maksudnya adalah, guru bisa memberikan tugas kepada para siswanya agar mencari buku-buku di perpustakaan, tentunya harus berkaitan dengan mata pelajaran yang disampaikan," ujar Amir, usai membuka bimbingan teknis pengelolaan dan pelayanan perpustakaan di Hotel Wiko, Rabu kemarin (17/10).

Untuk itu, guna merangsang minat baca masyarakat khususnya bagi kalangan yang masih mengenyam pendidikan, maka Pemerintah Provinsi Kepri menyediakan anggaran sebesar Rp3 Miliar, yang bertujuan untuk menunjang kemajuan perpustakaan di seluruh Kabupaten Kota se Provinsi Kepri.

Besaran anggaran tersebut dipastikan sudah bisa dinikmati akhir tahun 2012 ini. dengan bentuk bantuan berupa buku bacaan, yang diperuntukkan bagi perpustakaan di sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Mengah Umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Namun demikian kata Amir, bantuan tersebut hanya dibagikan untuk 7 sekolah setiap jenjang pendidikan, atau sekitar 40 buah sekolah secara keseluruhan bagi setiap Kabupaten dan kota. Dengan jumlah buku per perpustakaan sekitar 300 lebih.

"Jenis bukunya adalah yang menunjang pendidikan. Misalnya buku untuk mata pelajaran Matematika, ada buku cara belajar mudah. Tapi bukunya tidak sama dengan yang digunakan untuk suatu matapelajaran didalam kelas," katanya.

Perpustakaan lanjut Amir, sebagaimana diamanahkan dalam undang-undang dasar 1945 memiliki tugas yang sama dengan pendidikan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saat ini pula kata Amir lagi, sudah ada undang-undang khusus tentang perpustakaan, yakni undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan. Dengan demikian program perpustakaan semakin jelas.

Dia juga mengatakan, didalam undang-undang tersebut disampaikan bahwa, perpustakaan adalah pendidikan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat. Artinya, perpustakaan dilahirkan untuk memberikan bekal kepada semua lapisan msyarakat yang masih membutuhkan bahan bacaan dan itulah fungsinya.

Perpustakaan juga memiliki peran lebih nyata, jika belajar dikelas tidak mungkin kita transfer ilmu sebanyak mungkin, maka konsep prpustakaan bahwa transfer itu hanyalah ilmu pengantar, sehingga mari kita terapkan agar siswa rajin ke perpustakaan untuk melengkapi ilmu.

Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Indra Gunawan kepada Haluan Kepri mengatakan hal yang sama, dimana tingkat kunjungan masyarakt di Kabupaten Karimun masih sangat rendah. Dalam satu hari paling banyak 15 pengunjung dan rata-rata adalah kalangan pelajar.

Menurut Indra, kalau untuk kalangan mahasiswa memang masih sangat minim yang mengunjungi perpustakaan, karena jumlah perguruan tinggi di Karimun masih sangat minim.

Ditanya jumlah koleksi buku yang ada di perpustakaan dan arsip daerah, Indra mengaku saat ini sebanyak 20 ribu buku yang tersedia yang jenisnya untuk umum.

"Pemasukan buku kita bersumber dari pemerintah pusat dan APBD Kabupaten. Kalau bantuan dari pusat, kita dapat lebih dari 3000 buku, tapi itu didapat pada 2008 lalu," pungkasnya.(gan)

Share