KARIMUN (HK) - Di bawah guyuran hujan, belasan wartawan cetak maupun elektronik yang bertugas di Kabupaten Karimun, Kamis (18/10) menggelar aksi unjuk rasa terkait pemukulan terhadap beberapa wartawan di Kampar, Riau oleh oknum TNI AU saat meliput jatuhnya pesawat tempur Hawk 200, Selasa (16/10) lalu.
Aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dipusatkan di Tugu Proklamasi atau tepatnya di depan Mapolsek Tanjungbalai Karimun dan kediaman dinas Bupati. Para wartawan bergantian menyampaikan aspirasi menggunakan pengeras suara. Derasnya hujan tidak menyurutkan langkah mereka untuk terus menyampaikan orasi.
Insan pers yang mengikuti aksi tersebut berasal dari sejumlah media, di antaranya Haluan Kepri, Tribun Batam, Batam Pos, LKBN Antara, Tanjungpinang Pos, Metro TV, TV One, ANTV, TVRI, Batam TV, Karimun TV, Urban TV dan Koran Mingguan Meranti Pos. Mereka mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU terhadap wartawan di Kampar Riau.
Saat berunjuk rasa itu, para wartawan mengusung berbagai bentuk kecamanan kepada oknum TNI AU melalui tulisan di kertas karton dengan bunyi, wartawan adalah pewarta dan bukan pembawa petaka, hentikan kekerasan terhadap wartawan, wartawan milik rakyat, sakiti wartawan berarti sakiti rakyat dan berbagai kata kecaman lainnya.
Koordinator aksi unjuk rasa, Rusdianto Syafurddin dalam orasinya mengatakan, kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhadap inasn pers bertentangan dengan UU Pokok Pers yakni UU Nomor 40 tahun 1999.
"Masih ada cara-cara yang lebih santun untuk memberitahu kalau suatu kegiatan tidak boleh diliput, bukan dengan cara memukuli bahkan merampas kamera wartawan," kata Rusdianto.
Menurutnya, tindakan oknum TNI AU tersebut merupakan tindakan pelecehan terhadap profesi wartawan dan kebebasan pers. Tindakan seperti itu melanggar pilar demokrasi ke empat di Indonesia. Tindakan oknum tersebut, katanya, mengingatkan kembali ke masa orde baru yang sering terjadinya penghalangan terhadap kinerja pers.
Bukan hanya menyampaikan orasi dan kecaman melalui tulisan, dalam aksi unjuk rasa itu beberapa wartawan juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan tindakan kekerasan dan perampasan kamera yang dialami wartawan Riau Pos, Didik Heryanto oleh oknum TNI AU. Aksi tersebut menjadi perhatian pengendara yang melewati kawasan tersebut.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan belasan wartawan di Tanjungbalai Karimun mendapat pengamanan dari petugas kepolisian yang dipimpin Kapolsek Tanjungbalai Karimun Kompol S Dalimunthe. Aksi tersebut diakhiri dengan menyanyikan lagu "Maju tak Gentar" yang dinyanyikan secara bersama-sama dan pengumpulan kartu serta kamera oleh insan pers. (ham)
- Pengunjung di Stand PKK Dapat Hadiah
- Disperindag Akui Pasar Puan Maimun Sepi
- Stok Darah PMI Kosong
- Oknum Satpol PP Sodomi ABG
- Dua Putra Kundur Jadi Agen KPK RI
- Minat Baca Masyarakat Kepri Masih Rendah
- Oknum Diperindag Miliki Kios di Pasar Puan Maimun
- BPH Migas Tidak Temukan Pelanggaran




