KARIMUN (HK) - Yusriana Susanti, salah seorang praktisi pendidikan di Karimun meminta Bupati Nurdin Basirun segera menindak oknum pejabat di Satpol PP berinisial TS yang melakukan sodomi terhadap anak lelaki di salah satu hotel Tanjungbalai Karimun Rabu, (17/10) malam.
"Perbuatan yang dilakukan oknum Satpol PP tersebut sudah jelas memalukan. Apalagi perbuatan terkutuk itu dilakukan terhadap anak dibawah umur. Ini tak bisa dibiarkan, Pak Bupati harus menindak tegas oknum tersebut," ujar Yusriana saat menghubungi Haluan Kepri, Senin (22/10).
Perempuan yang akrab disapa Ina Bakhtiar ini mengatakan, perbuatan yang dilakukan oknum di Satpol PP sudah jelas telah mencoreng nama Kabupaten Karimun.
Padahal ungkap Ina, dirinya harus melindungi anak seusia korban tersebut, apalagi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)nya sebagai institusi yang bertugas merazia anak-anak yang keluyuran saat jam belajar, mengingatkan mereka agar menjadi anak yang baik dan bukan sebaliknya merusak mereka dengan perbuatan yang tidak senonoh begitu.
"Kalau begitu susah saja Pak Bupati maupun Pak Wabup Karimun membuat program pendidikan untuk anak-anak di Karimun, kalau toh akhirnya dirusak oleh anak buahnya sendiri di Satpol PP. Maka dari itu saya mengharap kepada Bapak Bupati untuk segera menindak dengan tegas, kalau perlu berhentikan oknum di Satpol PP tersebut," tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karimun berinisial TS diduga melakukan sodomi terhadap salah seorang anak lelaki pada salah satu hotel di Tanjungbalai Karimun, Rabu (17/10) malam.
Diduga sebelum melakukan aksinya, pelaku memberikan minuman keras kepada korban, sehingga setelah menggak miras, korban tidak sadar ketika dicabuli. Setelah tahu telah dicabuli, korban lalu melaporkan peristiwa itu kepada keluarga. Merasa tak terima atas perbuatan pelaku, keluarga korban mendatangi Kantor Satpol PP, Kamis (18/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat keluarga korban datang, kebetulan TS dan Kepala Satpol PP Karimun Aryandi lagi berada di kantor.
Informasi yang berhasil dihimpun Haluan Kepri, begitu keluarga korban sampai di kantor Satpol PP, mereka langsung mencari keberadaan TS. Saat pihak keluarga korban dan TS bertemu, saat itu juga pelaku langsung shock, diduga penyakit jantungnya kambuh. Malam itu juga dirinya langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjungbalai Karimun, yang berada di belakang kantor Satpol PP.
Kepala Satpol PP Aryandi ketika dikonfirmasi wartawan Jumat (19/10) tidak menampik adanya kasus tersebut. Namun ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologis kejadian. Ia membenarkan beberapa orang dari keluarga korban mendatangi Kantor Satpol PP Kamis malam lalu. (ham)
- Anak Diajari Pelatihan Dokter
- Saipem Dinilai Abaikan DPRD
- Penyalahgunaan Wewenang di Disperindag Ditindaklanjuti
- Hewan Qurban Dijamin Bebas Penyakit
- Helikopter TNI AL Mendarat Darurat
- BC Tidak Tindak Peredaran Rokok Luffman
- Penyalahgunaan Wewenang di Disperindag Ditindaklanjuti
- Tim Voli Puteri Kundur Juarai Bupati Cup IV




