Senin02252013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Ada Mafia BBM di Laut Karimun

Ada Mafia BBM di Laut Karimun

KARIMUN (HK)-Satu persatu akar permasalahan penyebab krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar di Kabupaten Karimun mulai terkuak. Salah satu penyebab terjadinya kelangkaan karena adanya upaya penyelundupan BBM oleh sekelompok mafia dari Karimun ke daerah lain. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi A DPRD Karimun Jamaluddin, Jumat (15/2).

Menurut Jamaluddin, penyelundupan BBM ke daerah lain itu sering dilakukan pada malam hari. Bahkan, dirinya sendiri sering melihat kapal pompong berisi beberapa drum muatan BBM berlayar dari Pulau Karimun menuju arah Riau Daratan. Selain disimpan pakai drum, ada juga kapal muatan jeriken BBM.

Bahkan, tak jarang dirinya menyaksikan kapal tanker berbendera Singapura yang kencing solar di belakang Pulau Hantu depan Pulau Karimun tengah kencing BBM ke kapal kecil. "Kenapa saya sampai sering melihat adanya kapal muatan BBM berangkat dari Karimun ke pulau lain, karena hampir tiap malam saya memancing ke laut dan menyaksikan langsung kapal-kapal itu mengangkut BBM," terang Jamal.

Ia menyambut langkah positif yang dilakukan oleh Tim Pengawas BBM Subsidi dalam melakukan sidak ke sejumlah kios pengecer BBM yang ada di Pulau Karimun. Namun menurutnya, langkah yang dilakukan tim tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal karena penjualan BBM di tingkat pengecer dalam skala kecil.

"Kalau Tim Pengawas BBM Bersubsidi tersebut mau serius mengatasi krisis BBM di Karimun, maka mereka harus dengan tegas menindak aksi penyelundupan BBM yang dilakukan oleh para mafia tersebut, bukan malah menindak pengecer BBM di kios-kios yang hanya sekedar mencari makan," kata Jamaluddin.

Dikatakan, dalam sidak yang dilakukan tim pada Kamis (14/2) lalu tim menemukan sejumlah kios yang tidak memiliki izin lalu memberikan surat peringatan pertama (SP-1) hingga seminggu lamanya, lalu dikeluarkan lagi SP-2 setelah satu minggu berikutnya sampai pemilik kios bisa menunjukkan surat izinnya kepada tim.

"Lalu setelah pemilik kios menunjukkan surat izinnya dan surat berlanggganan dari APMS, apa pemerintah mampu menyediakan BBM jika kondisi pasokan BBM dari Pertamina ke Karimun masih seperti ini. Harusnya, yang dilakukan pemerintah adalah dengan menindak upaya penyelundupan itu karena BBM yang dibawa keluar dalam jumlah yang besar," terang Jamaluddin.

Jangan Panik

Sementara, Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq beberapa hari lalu di Desa Prayun, Kecamatan Kundur Utara meminta kepada masyarakat Karimun untuk tidak panik menghadapi krisis kelangkaan BBM yang terus terjadi di Karimun. Menurutnya, saat ini pemerintah daerah Karimun tengah berupaya mengatasi krisis tersebut dengan menambah kuota kepada PT Pertamina di Tanjunguban melalui perusahaan yang ditunjuk dalam mengelola BBM di Karimun.

"Saya menghimbau kepada masyarakat Karimun untuk tidak terlalu panik saat terjadinya krisis BBM di Karimun ini. Pemerintah bukannya tinggal diam melihat terjadinya krisis BBM, saat ini pemerintah terus berupaya mencarikan solusi dengan meminta penambahan kuota kepada PT Pertamina," kata Aunur Rafiq.

Diakuinya, terkait penambahan kuota BBM, berapapun jumlahnya pasti akan dipenuhi oleh Pertamina asalkan pihak perusahaan penyuplai BBM sanggup membeli BBM sesuai dengan modal yang dimilikinya. Untuk itulah, Pemkab Karimun saat ini mencoba mencarikan solusi terkait penambahan kuota itu dengan membicarakan dengan PT Ology Karimun Bumi Sukses (OKBS) selaku perusahaan yang ditunjuk dalam mengelola BBM. (ham)

Share

Newer news items:
Older news items: