Senin02252013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Program Jampersal di Karimun Terus Bergulir

Program Jampersal di Karimun Terus Bergulir

KARIMUN (HK) -Program Jaminan Persalinan (Jampersal) kepada ibu hamil tahun 2013 ini akan terus diberlakukan. Bagi ibu hamil yang kurang mampu diharapkan bisa menggunakan program pemerintah pusat ini.

"Syaratnya sangat gampang sekali, ibu hamil hanya menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) kepada rumah sakit, puskesmas, pustu dan bidan yang telah ditunjuk menjalankan program jampersal oleh pemerintah daerah melalui dinas kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Sensissiana, Selasa (19/2) di Tanjungbalai Karimun.

Dalam menjalankan program jampersal ini, Dinas Kesehatan Karimun telah bekerjasama dengan 14 orang bidan swasta yang membuka praktek di Kabupaten Karimun.

"Selain memperlihatkan KTP dan KK, para ibu hamil harus diperiksa terlebih dahulu dan mendapatkan buku KIA dari bidan yang telah ditunjuk," bebernya.

Menurutnya, sejak program jampersal tersebut diluncurkan pertengahan 2011 lalu, sudah lebih dari 2.000 ibu hamil yang telah dilayani melalui program Jampersal. Pelayanan berlaku di puskesmas, rumah sakit maupun klinik swasta dan bidan yang menjalin kerja sama dengan dinas. Program tersebut dibiayai dengan anggaran APBN melalui Pos Kementerian Kesehatan.

Sensis menjelaskan, program jampersal yang telah berjalan sekitar dua tahun ini telah mampu menekan jumlah angka kematian ibu dan anak, khususnya pada saat persalinan. Setidaknya, pada 2012 lalu hanya terdapat tujuh angka kematian ibu dan anak di Karimun. Angka tersebut jauh menurun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sensis juga menjelaskan awal program jampersal mulai digulirkan, saat itu hampir semua ibu hamil baik yang kurang mampu maupun yang mampu mengikuti program ini karena program ini tak ada batasan, namun akhirnya bagi ibu-ibu yang tergolong menengah keatas mulai berkurang sesuai seleksi alam hingga akhirnya tidak lagi mengikuti program tersebut.

"Kenapa saya bilang berkurang karena seleksi alam, karena obat yang diberikan melalui program jampersal tersebut bukan merupakan obat paten, sehingga bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan obat paten merasa tidak cocok ketika harus menggunakan obat biasa. Makanya sekarang yang menggunakan Jampersal hanyalah warga kurang mampu," ungkapnya. (ham)

Share

Newer news items:
Older news items: