Dikatakan Saipol, dalam rencana pembangunan jalan di kecamatan yang baru dua bulan ia pimpin itu masih pengukuran untuk pelebaran jalan, yang tujuannya nanti adalah penaspalan.
Dimana sampai saat ini di Kecamatan Belat memang belum ada jalan yang layak untuk dilalui sebagaimana di Kecamatan lain yang telah dilakukan pengaspalan. Dengan kata lain kondisi jalan yang ada saat ini sangat memprihatinkan. Sehingga seluruh masyarakat masih menggunakan jalan tanah dengan kondisi berlubang dan merupakan penghubung empat desa, antara lain adalah Desa Sebele, Desa Penarah, Desa Lebuh dan Desa Sungai Asam.
"Alhamdulillah respon dari pemerintah Provinsi Kepri cukup bagus, kita tinggal tunggu realisasinya saja. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal perkembangan Kecamatan Belat," harap Saipol, kepada Haluan Kepri Rabu (20/2).
Adapun rencana pembangunan jalan kata Saipol lagi, informasi yang didapatnya bahwa akan dilaksanakan pada tahun depan (2014). Sehingga untuk saat ini jalan yang ada baru sebatas rencana pelebaran dan pengerasan.
Salah seorang warga Desa Sebel Kecamatan Belat, Khaidir menyambut baik rencana dari pemerintah Provinsi Kepri yang akan membangun jalan ditempatnya tinggal. Karena selama ini masyarakat setempat hanya menggunakan jalan yang cukup memprihatinkan.
Apa lagi jalan tersebut kata Khaidir dilewati oleh anak sekolah setiap hari, sehingga pada saat musim hujan mereka terpaksa nenteng sepatu, karena kondisi jalan berlumpur akibat kondisi jalan yang tak bisa dilewati namun dipaksakan.
"Mudah-mudahan peninjauan dari Pemprov Kepri dalam rencana pembanugnan jalan didaerah kami (Kecamatan Belat) benar adanya. Artinya jangan cuma diukur-ukur tapi tidak ada realisasi pembanguan jalan. Karena selama ini banyak kejadian di beberapa pulau yang ada di Kabupaten Karimun, dalam pembangunan jalan hanya diukur saja, sedangkan realisasinya tidak ada," ucapnya.
Khaidir juga berharap kepada pemerintah agar menunjuk kontraktor yang betul-betul bisa dipercaya, sehingga pembangunan jalan yang panjangnya sekitar 15 Kilo meter dikerjakan sesuai rencana atau bestek.
Dia juga mengungkapkan, terbentuknya Belat menjadi sebuah kecamatan merupakan suatu kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus surat menyurat di Kantor Camat. Karena selama Belat masih bergabung dengan Kecamatan Kundur Utara, untuk mengurus keperluan surat menyurat membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit dengan alasan rentang kendali.
"Untuk menuju Kantor Camat Kundur Utara saja kita harus naik kapal pompong beberapa kali. Kemudian setelah sampai di Pelabuhan Tanjung Berlian, Kundur Utara harus naik ojek karena tidak ada kendaraan umum yang lewat situ, sehingga terpaksa catar ojek. Jadi kalau ditotal hampir Rp100 ribu lah untuk pulang pergi. Kalau sekarang sudah tidak lagi, karena kami sudah punya kantor camat sendiri," ucapnya seraya tersenyum bangga.(gan)
Pemprov Bangun Jalan di Kecamatan Belat, Kundur
- Kamis, 21 February 2013 00:00
KUNDUR (HK) - Kebutuhan masyarakat di Kecamatan Belat yang merupakan wilayah baru dalam pemekaran kecamatan terutama mengenai akses jalan sepertinya menemukan titik terang. Pada Selasa (19/2), pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri telah melakukan peninjauan untuk membangun jalan. Demikian dikatakan Camat Belat, Saipol S.Sos




