Senin02252013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Distanhut Karimun Terapkan Ketahanan Pangan Berbasis GIS

Distanhut Karimun Terapkan Ketahanan Pangan Berbasis GIS

KARIMUN (HK) - Dalam mensukseskan ketahanan pangan di bumi berazam, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Karimun menggunakan teknologi canggih. Teknologi dimaksud yakni GPS untuk melihat struktur tanah disetiap wilayah. Demikian dikatakan Kepala Distanhut Kabupaten Karimun, H Amran Syahidid.

Dikatakannya, melalui GPS akan dapat terlihat secara keseluruhan mulai dari jenis tanah, tanaman apa yang cocok ditanam, sudah ditanami atau belum sehingga akan bisa dipantau dari jarak jauh menggunakan alat yang dimiliki.

"Sekarang kita sudah mengacu kepada kebutuhan teknis yang betul-betul akurat. Untuk itu kita harus rajin mencari data, mengolah data dan mengaplikasikan data. Makanya sangat disayangkan kalau kita belajar lima hari plus praktek lapangan, tapi tak ilmu yang didapat dipakai dalam keseharian bekerja," ujar Amran dalam membuka kegiatan pelatihan pemetaan dasar berbasis Geografic Informasi System (GIS), yang digelar Distanhut Kabupaten Karimun, Kamis (21/2) di Hotel Maximilian.

Dikatakan Amran, dalam bekerja semuanya harus memiliki target. Karena kita telah memiliki pengkajian kawasan agropolitan. Amran juga berharap agar pada minggu pertama Maret mendatang sudah bisa dibuat target-target yang akan dicapai. Karena dalam bekerja perlu profesional. Distanhut akan update data base, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan metode GIS dengan alat GPS khusus memantau lokasi pertanian.

Dengan demikian kata Amran, jika ada target mau tanam padi misalnya, maka akan dilihat lokasinya dimana, pada koordinat berapa, sudah ada ditebas (dibersihkan) atau belum, jadi dengan alat GPS yang dimiliki tidak bisa membohongi data.

Amran juga berjanji akan memberikan tunjangan beserta Kesra kepada bawahannya yang memiliki target usai pelatihan yang diselenggarakan tersebut. Mulai dari petugas lapangan, UPTD Pertanian dan lainnya akan.

"Makanya sistem GIS ini harus ada perkembangan, tahun depan harus ada pemantapan dan kita undang instansi lain untuk ikut pelatihan seperti ini. Misalnya kelurahan dan desa, jadi kita minta lagi para pemateri beserta kawan-kawan untuk mengisi materi," jelasnya.

Saat ini pula, Distanhut Kabupaten Karimun sedang mengkaji potensi pertanian di Kecamatan Moro untuk dikembangkan. Selanjutnya pihaknya juga berencana akan sekolahkan pegawai kantor camat diwilayah tersebut ke penyuluhan pertania dan saat ini telah didata. Selain itu pula ada beberapa orang dari Satpol PP, kemudian dari Kelurahan Darussalam di Kecamatan Tebing.

Direncanakan Amran, Bulan Maret mendatang orang yang sudah didata untuk disekolahkan akan berangkat. Di samping itu pula Distanhut masih menjajaki tenaga honor, apakah diperbolehkan untuk ikut sekolah atau tidak.

"Hal ini bertujuan untuk memperkuat dalam menggarap pertanian di Kabupaten Karimun. Jadi kawasan-kawasan pertanian yang baru seperti di Kecamatan Moro, Kecamatan Buru, dan beberapa titik di Pulau Kundur bakal jadi target kita, sehingga akan nampak potensi itu dan kita manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat terutama soal pangan. Karena sepuluh tahun kedepan persoalan pangan akan jadi kegelisahan yang mendunia," tutur Amran.

Dalam pelatihan yang digelar tersebut akan berlangsung selama lima hari dan berakhir pada 25 Februari mendatang (Senin pekan depan). Dimana para peserta terdiri dari beberapa pegawai di Distanhut Kabupaten Karimun, pegawai di UPTD Pertanian dari berbagai bidang serta petugas lapangan. Sistim pelatihannya adalah 20 persen untuk teori dan 80 persen praktek.

Pemateri didatangkan dari Badan Perencanaan Nasional (Bapenas) sebanyak lima orang, diantaranya adalah Dr.Ir M.Rizal Taufiqurrahman, Ir, Buhkhori M.Si, Ariev Budiman S.P M.Agr, M.Si Lc, Ir.Iswahyudi M.Si dan Dedi Ruspendi M.Si.(gan)

Share

Newer news items:
Older news items: