Diduga peredaran kupon judi sie jie dikendalikan dan dibeking As yang juga disebut sebagai pemilik dari Hotel Gembira Tanjung Batu.
Dalam mengendalikan bisnis judinya, As dibantu Al sebagai kaki tangan di lapangan.
“Peredaran kupon judi sie jie saat ini terutama di daerah Tanjung Batu Kota dan Sawang sudah sangat meresahkan masyarakat dan dijual bebas di tempat-tempat umum terutama di kedai-kedai kopi yang ramai dikunjungi,” kata Ridwan, warga Tanjung Batu Kota yang menghubungi Haluan Kepri, Kamis (21/2).
Ridwan sangat berharap berharap peredaran judi kupon putih sie jie dari Singapura dapat segera dihentikan dan ditutup oleh pihak kepolisian serta menangkap bos judi dan para kaki tangannya.
"Saya sangat mendukung upaya aparat kepolisian dalam menindak para pelaku judi sie jie, jika perlu jangan hanya judi sie jie segala bentuk perjudian sebaiknya ditindak dan masyarakat harus terus melakukan pengawasan terhadap para pelaku tindak kejahatan judi ini," kata Ridwan.
Hal yang sama juga dikemukakan Raja Zurentias, tokoh masyarakat Kundur berharap agar kerjasama yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat terus ditingkatkan.
"Sebagai masyarakat biasa saya berharap kerjasama yang baik antara masyarakat dan pihak kepolisian yang sudah terjalin selama ini terus ditingkatkan. Jangan sampai praktek perjudian yang pernah melanda semua golongan masyarakat Pulau Kundur bangkit kembali. Jika tidak ada kerjasama yang baik saya yakin pihak kepolisian juga akan mengalami kesulitan untuk menindak para pelaku judi di Pulau Kundur," tegas Raja Zurentias
Dikatakan Politisi dari Partai Nasdem ini, Judi sie jie sepertinya sudah mendarah daging di Pulau Kundur, bahkan bukan bandar yang mencari pembeli tapi pembeli yang terus mencari bandarnya. “ Putaran nomor sie jie sejak dulu dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu minggu dan biasanya para bandar akan langsung setor ke bandar besar berinsial As di Hotel Gembira. Yang saya dengar kadang-kadang mereka berpindah-pindah tempat ," ujar Zurentias .
Namun anehnya, jelas Zurentias, aktifitas peredaran kupon judi sie jie di Pulau Kundur tetap bisa berjalan tanpa bisa dihentikan oleh para aparat penegak hukum dan diduga mendapat restu dari pihak penegak hukum
"Menurut hemat saya kalau penegak hukum membiarkan, apalagi kalau diketahui sebagai beking, itu sudah penyalahgunaan kekuasaan, itu bisa diklasifikasiskan sebagai korupsi," kata Zurentias.
Menurut Zurentias, fenomena beking judi sudah lama terjadi dalam bentuk pembiaran dengan mengesankan adanya ketidaktahuan aparat mengenai kasus perjudian tersebut. Sebelum adanya operasi pemberantasan perjudian secara tegas oleh Kapolri Jenderal Sutanto yang kini telah lengser, pembiaran ini marak terjadi.
"Begitu Pak Tanto menggebrak, (judi) sempat berhenti beberapa waktu. Kemudian menjelang akhir kepengurusan hingga sekarang, hal itu (judi) sempat muncul lagi," beber Zurentias.
Munculnya kembali fenomena pembiaran tersebut, menurut Zurentias, lebih dikarenakan terendapnya masalah beking judi dan Mabes Polri, Polda Kepri dan Polres Karimun serta Polsek Kundur lengah mengawasi. Dia juga memandang perilaku pembiaran atau sikap pura-pura tidak tahu itu sudah lama terjadi.
Dari hasil investigasi Haluan Kepri dilapangan, peredaran kupon sie jie di Pulau Kundur gampang ditemukan di kedai, warung kopi serta pasar. Para penebak nomor, tampak antri untuk mendapat giliran membeli nomor sesuai dengan pilihan mereka.
Seperti terlihat di salah satu kedai kopi samping Hotel Mataram Tanjung Batu Kota yang dimiliki seorang warga keturunan Tionghoa berinisial Ac.
Kedai kopi ini terlihat selalu ramai dimana silih berganti orang yang datang. Meski tidak terlihat dan mencolok, namun barangsiapa yang ingin memasang judi sie jie cukup mencatat nomor yang akan dipasang pada secarik kertas dan menyerahkannya ke bandar yang ada di sana.
“Bisa juga lewat sms tapi kebanyakan mereka lewat sms langsung ke bandar dan pengumuman nomor keluar nantinya juga akan disampaikan lewat sms. Bos besar judi sie jie di sini yang kami dengar adalah As dan dibantu Al di lapangan,” ujar salah seorang pengunjung kedai kopi kepada Haluan Kepri.
Sebagian besar peminat judi sie jie di Pulau Kundur adalah masyarakat bawah. Namun, kelompok masyarakat menengah, terutama warga Tionghoa, serta pegawai instansi pemerintah pun tak terkecuali.
Judi sie jie berupa tebakan nomor yang mengacu pada perputaran undian nomor di Singapura yang diundi tiga kali seminggu setiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu. Tiap kupon dijual dengan harga paling rendah Rp1.000. Pemasang yang dua angka tebakannya tepat mendapat imbalan uang tunai 60 kali nilai pasangan. Tiga angka mendapat 350 kali dan jika empat angka tepat maka imbalannya 2.500 kali dari uang yang dipasang.Share
Newer news items:
- Rafiq Lantik Kamabiran Pramuka Karimun
- Ribuan Ikan Mati di Teluk Lekop, Karimun
- Polisi Didesak Periksa Rektor Universitas Karimun
- Kasus RTLH Kundur Mengendap
Older news items:
- Pedagang Coastal Area, Karimun Bakal Ditertibkan
- Distanhut Karimun Terapkan Ketahanan Pangan Berbasis GIS
- TIP BBM Gagalkan Penyelundup di Kundur
- Oknum Satpol PP Calo Honorer Tidak Ditahan



