Data yang diperoleh Haluan Kepri sebulan terakhir pada Februari ini, tercatat lima kali masyarakat berhasil menggagalkan prakterk penyelundupan BBM keluar pulau, dengan jumlah secara keseluruhan mencapai 62 jerigen, 17 jerigen diantaranya adalah minyak solar dan 45 jerigen merupakan minyak tanah.
Kronologis penggagalan tim terhadap pelaku penyelundupan BBM yang akan dibawa keluar dari Pulau Kundur yakni, pada 10 Februari terjadi dua kali praktek penyelundupan BBM yang bakal dibawa keluar Pulau Kundur namun berhasil digagalkan Tim Independen Pengawas (TIP) BBM Kundur pada pukul 10.00 WIB, bertempat di sekitar Sengko Kecamatan Kundur. Barang bukti yang diamankan berupa 4 jerigen minyak tanah yang akan dibawa ke Danai-Provinsi Riau. Kemudian pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 WIB, tim tersebut kembali menggagalkan penyelundupan BBM berupa 5 jerigen minyak solar, bertempat di Pelabuhan Pamak (samping Hotel Gembira) yang rencananya bakal dibawa ke Durai Kecamatan Durai.
Temuan selanjutnya yaitu pada Kamis kemarin (21/2), tim menggagalkan rencana aksi penyelundupan BBM jenis minyak tanah sebanyak 9 jerigen di Jalan M Daud, tak jauh dari gudang sembako Gito. Pada hari yang sama, Tim menggagalkan praktek dugaan penyelundupan BBM jenis solar oleh APMS PT Kundur Mas, dengan barang bukti berupa 12 jerigen minyak solar. Namun menurut penilaian pihak kepolisian, kalau solar yang disalurkan ke kapal sebanyak 12 jerigen itu tidak ada masalah, karena merupakan penyaluran kepada pemilik kios yang telah memiliki izin (SITU red). Sedangkan menurut tim, kalau penyaluran solar 12 jerigen oleh APMS Kundur Mas atas balas jasa lantaran pemilik kapal telah lama langganan mengisi BBM disana.
Sementara temuan terakhir dan termasuk yang paling besar pada Senin (25/2), di Sengko, Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur. Di tempat ini didapati 32 jerigen BBM jenis minyak tanah untuk diselundupkan ke Danai-Provinsi Riau. Namun berhasil digagalkan warga bersama Perpat Kundur.
Pelaku bernama Mumbang warga Tanjung Sari Kelurahan Gading Sari di Kecamatan Kundur itu sempat negosiasi untuk menyuap Perpat bersama warga agar tidak bising, namun ditolak. Mengetahui hal itu, akhirnya warga pun diancam oleh pelaku untuk dihabisi satu persatu dan setelahnya kabur entah kemana. Sampai saat ini aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran.
Dari beberapa catatan tersebut, salah seorang pengurus di tim independen pengawas BBM, Sutarman juga tidak membantah kalau Kundur saat ini sudah menjadi ladang empuk untuk menyelundupkan BBM keluar pulau. Terbukti warga bersama tim berhasil menggagalkan sebanyak 62 jerigen BBM secara keseluruhan.
Tindakan yang dilakukan kata Sutarman, adalah tidak lain untuk kepentingan masyarakat setempat. Karena selama ini warga diresahkan dengan kondisi BBM yang sangat menyengsarakan dan mematikan mata pencaharian warga.
"Kita mencegah penyelundupan adalah agar jatah minyak warga Kundur tidak dibawa ke luar pulau. Kuota yang ada saja tidak cukup apa lagi kalau dibawa, makanya masyarakat sekarang tidak akan main-main, kalau kedapatan langsung digerebek dan diserahkan ke polisi," ujar Sutarman, Selasa (26/2).
Beberapa tindakan penggagalan dilakukan warga kata Sutarman, hendaknya dijadikan acuan oleh tim pemantau BBM yang dibentuk pemerintah daerah. Dengan demikian penilaian warga tentu sangat miring, karena tim dari pemda tidak bekerja dan tidak ada hasil dalam mencegah penyelewengan BBM, sementara masyarakat bersama tim telah berhasil menggagalkan puluhan jerigen BBM yang akan diselundupkan.
Mewakili masyarakat Kundur, Sutarman meminta kepada unsur musyawarah pimpinan kecamatan (Uspika) Kecamatan Kundur segera menanggapi temuan tersebut dengan bergerak dalam mencegah praktek penyelundupan.
Dalam hal ini lanjut Sutarman, diharapkan kepada aparat keamanan untuk dapat memberikan tindakan tegas kepada pelaku penyelundup, sehingga tidak ada lagi kuota BBM di Kundur dibawa keluar pulau.
Ditanya apakah indikasi dalam temuan menggagalkan aksi para penyelundup BBM tersebut dibekingi aparat, Sutarman mengaku tidak ada, dan secara keseluruhan sampai saat ini seluruh temuan tersebut tidak terbukti dibekingi aparat keamanan.(gan)
- Iswanto Bakar Rumah Sendiri
- Pedagang Gloria Direlokasi ke Coastal Area
- 11 Gereja Ikuti Musyawarah Pelayanan di Karimun
- Kecamatan Ungar, Kundur Butuh Infrastruktur
- Karimun Rawan Kejahatan Trans Nasional Crime
- Fitra Beberkan Bukti Pokja Inklusi
- Perda IMB Perjelas Batas Wilayah di Karimun
- Tower Lipo Kundur Tetap Dikerjakan
- Petambak Keramba Apung di Karimun Dapat Kompensasi
- Coastal Area Karimun Tahap Dua Dimulai
- Penyelundupan 32 Jerigen Mitan di Kundur Digagalkan
- Latif Angkat Diri Sebagai Ketua Pokja
- Siswa SMP di Karimun Mulai Ikuti Tryout
- Polres Karimun Gelar Apel Bersama
- Kasus Korupsi RTLH Kundur, Kejari Tunggu Penghitungan BPKP Batam
- 3 Tersangka Korupsi Dana Hibah Karimun Segera Diserahkan ke Tipikor
- DJPL Rentan Diselewengkan
- Kasus RTLH Kundur Mengendap
- Polisi Didesak Periksa Rektor Universitas Karimun
- Ribuan Ikan Mati di Teluk Lekop, Karimun
