Minggu03032013

Last update12:38:38 AM

Back Karimun Karimun Rawan Kejahatan Trans Nasional Crime

Karimun Rawan Kejahatan Trans Nasional Crime

KARIMUN (HK) - Kepala Kepolisian Daerah (polda) Kepulauan Riau (Kepri), Brigjen Pol Yotje Mende mengatakan, Karimun sebagai daerah perbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura, sangat rawan dengan kejahatan trans nasional crime.

Kejahatan dimaksud diantaranya narkoba, penyelundupan gelap berupa BBM dan hasil tambang seperti pasir, bauksit dan timah. Yotje mengatakan hal itu usai peresmian Mapolsek Buru di Jalan M Rajab, Kandis Kelurahan Buru, Kecamatan Buru, Kamis (28/2).

"Kabupaten Karimun masih sangat rawan kejahatan trans nasional crime seperti narkoba. Untuk Bulan Januari ini saja sudah 42 kasus yang berhasil diungkap, belum lagi selama Bulan Februari 2013 ini," kata Yotje.

Menurutnya, Pulau Buru termasuk pulau yang rawan dan menjadi daerah transit bagi para penyelundup dari Malaysia. Pasalnya, Pulau Buru termasuk pulau yang dekat dengan perairan Malaysia, Selat Phillip dan Singapura. Makanya tak heran, penyelundup kerap melintasi wilayah itu dan juga menjadikannya sebagai daerah transit.

Dengan posisi yang berdekatan dengan perairan internasional tersebut, kata Yotje Mende, maka pihaknya juga menyebut kalau Polsek Buru merupakan Polsek pulau terdepan Indonesia yang terletak di Kabupaten Karimun. Makanya, dirinya menekankan kepada anggota Polsek untuk selalu memperketat pengawasan di daerah itu.

Selain itu, Kapolda juga meminta kepada anggota polisi yang bertugas di Polsek Buru untuk menindak semua bentuk pelanggaran hukum, termasuk juga mencegah penambangan liar berupa pasir darat, timah dan bauksit.

"Saya meminta jangan sampai tempat kita ini menjadi tujuan bagi kejahatan nasional crime tersebut," ungkapnya.

Sementara, Kapolres Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono menjelaskan, pembangunan Mapolsek Buru tidak terlepas dari peran serta pemerintah daerah Kabupaten Karimun dan masyarakat Kecamatan Buru. Salah satu peran serta masyarakat adalah membangun batu miring yang ada di depan Mapolsek. Selain peresmian Mapolsek, saat itu juga peresmian enam unit rumah dinas Kapolsek dan Kanit.

Dwi juga menceritakan sejarah singkat keberadaan anggota polisi dan pendirian Polsek Buru. Menurutnya, pada tahun 1970-an di Pulau Buru hanya ada satu orang polisi yang bertugas. Saat itu, polisi tersebut masih menumpang di rumah warga. Seiring perjalanan waktu, dan pembentukan Karimun sebagai sebuah kabupaten pada 1999, maka mulailah dibangun Pospol Buru hingga menjadi Polsek Buru yang saat ini beranggotakan 13 orang personel.

Peresmian Mapolsek Buru dan rumah dinas Polsek Buru tersebut juga dihadiri Bupati Karimun Nurdin Basirun, Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar, Danlanal Letkol Laut (P) Sawa, Kasdim 0317 Tanjungbalai Mayor Inf Syafrizal, Kajari Tanjungbalai Karimun Supratman Khalik dan unsur FKPD Kabupaten Karimun lainnya. (ilham)

Share