Dalam rapat tersebut dibahas mengenai sejauh mana persiapan dan penempatan titik-titik pedagang boleh berjualan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Karimun, HM Hasbi mengatakan, dari 73 pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir laut sekitar Taman Gloria, sudah ada 32 gerobak siap ditempati pedagang sedangkan sisa 41 gerobak lagi belum jadi.
"Gerobak yang baru jadi kita masukkan kedalam (Coastal Area) terlebih dahulu. Kemudian nanti pada hari Minggu atau Senin sisa gerobak yang belum jadi akan menyusul dan nanti kita tata di dalam," ujar Hasbi kepada wartawan usai rapat.
Sedangkan bagi pedagang yang gerobaknya belum jadi atau belum tersedia, diminta menyiapkan gerobak sendiri. Apakah buat sendiri dan bayar sendiri, atau mungkin menggunakan jasa Bank dan itu dibebaskan.
Menjawab kekhawatiran lokasi yang masih kosong diisi orang lain atau pedagang baru, Hasbi menjawab itu merupakan tugas dari Satpol PP untuk menertibkan. Menurut dia, tidak boleh ada lagi pedagang kali lima di situ.
Adapun strategi untuk meramaikan lokasi tersebut, Hasbi mengaku rencananya memang akan dibuat beberapa event out door di dalam coastal area. Seperti Jambore Kader Posyandu yang dalam waktu dekat ini rencananya akan dibuat di sana. Kemudian turnamen voley dan hiburan lainnya. Hal itu diyakini akan berhasil menarik minat masyarakat untuk meramaikan lokasi tersebut.
Hasbi juga menjelaskan, pedagang yang difokuskan untuk direlokasi adalah dari Simpang Tiga Gloria sampai sampai Simpang Tiga Darul Jannah. Sedangkan arah mercusuar itu tidak termasuk.
Hasbi memastikan pada Senin (4/3) lokasi jajanan Coastal Area sudah efektif beroperasi. Selanjutnya untuk tahap kedua pedagang di Pinang Sebatang juga akan dipindahkan ke Coastal Area. Karena wilayah Pinang Sebatang rencananya akan dibangun Pemda sebagai tempat parkir.
"Setelah seluruh pedagang ini masuk (73 pedagang), segera direalisasikan relokasi untuk tahap kedua. Tapi tidak termasuk pedagang di area parkir Pelabuhan atau tepat di depan rumah dinas Bupati Karmun. Karena tidak terlalu mengganggu. Kan cuma malam saja mereka jualan, kalau siang tetap digunakan sebagai tempat parkir. Tapi kalau di Pinang Sebatang tiang-tiang penyangganya sudah mulai patah. Di samping itu kondisinya sedikit kotor sehingga dipindahkan," katanya.
Pada prinsipnya, Hasbi mengaku tidak mendata siapa pemilik dagangannya, tapi siapa yang berjualan. Sekarang di cek berapa orang yang berjualan maka itu yang dipindahkan.(gan)
- Anggaran PNPM Karimun Rp16 Miliar
- Pendirian Tower di Kundur Diduga Tidak Miliki Izin Lengkap
- Pembangunan RSUD Karimun Tak Jelas
- Didesak Proyek Bandara di Karimun Dihentikan
- Distanhut Karimun Perluas Area Pertanian
- Minta Jatah Pengerjaan Tower, Nama Wartawan Dicatut
- Pemadaman Listrik di Pulau Karimun Akibat Kerusakan Mesin
- Pemkab Karimun Usul Tambah Kuota BBM
- Pertanian Terkendala Lahan Tidur Milik Perusahaan Swasta
- Wabup Karimun Buka MTQ Buru
- Karimun Rawan Kejahatan Trans Nasional Crime
- Kecamatan Ungar, Kundur Butuh Infrastruktur
- 11 Gereja Ikuti Musyawarah Pelayanan di Karimun
- Coastal Area Karimun Tahap Dua Dimulai
- Petambak Keramba Apung di Karimun Dapat Kompensasi
- Tower Lipo Kundur Tetap Dikerjakan
- Perda IMB Perjelas Batas Wilayah di Karimun
- Fitra Beberkan Bukti Pokja Inklusi
- Rotan Senilai Rp2 Miliar Disita
- Kundur Ladang Penyelundupan BBM
