"Setelah kami melakukan pengembangan kasus ini, maka kami mulai mengantongi siapa tersangka kasus pembunuhan terhadap Reni. Namun, siapa orangnya belum bisa kami jelaskan. Hal ini untuk memudahkan penyidik dalam bekerja," ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Irvan Asido Siagian, Rabu (13/3) kemarin.
Irvan juga berjanji, setelah mengantongi siapa tersangka dalam kasus pembunuhan yang sempat menghebohkan Karimun tersebut, maka pihaknya dalam waktu dekat akan segera menangkap tersangkanya.
"Kami akan berupaya menangkap tersangkanya dalam waktu dekat," ungkapnya.
Hingga saat ini, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari enam orang saksi terkait kasus tersebut. Saksi-saksi yang diperiksa itu adalah Uci, teman satu kos korban. Kemudian Rido, teman lelaki korban. Polisi juga memeriksa pasangan suami istri, Jailani dan Nani yang malam sebelum kejadian ikut dengan korban berkaraoke.
Selain itu, juga diperiksa perempuan yang biasa dipanggil Mamak oleh korban serta Yanto yang mengetahui korban pergi karaoke. "Bukan hanya saksi, kami juga mengumpulkan sejumlah barang bukti termasuk sepeda motor korban yang ditemukan di pelabuhan. Diduga sepeda motor itu digunakan pelaku untuk melarikan diri," katanya.
Dijelaskan Irvan, berdasarkan hasil visum yang dilakukan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun, wanita itu adalah korban pembunuhan. Dari hasil visum itu, ditemukan adanya memar pada bagian mata. Selain itu, ditemukan juga memar di bagian tulang belakang kepala hingga menyebabkan cedera berat.
Dari hasil visum juga ditemukan darah keluar di telinga dan hidung korban. Saat ditemukan, korban juga menggigit lidahnya, berarti dirinya saat itu menahan rasa sakit sebelum akhirnya meninggal. "Dengan hasil visum dari dokter tersebut, maka bisa disimpulkan kalau wanita itu adalah korban pembunuhan," jelas Irvan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang perempuan bernama Reni (32), Minggu sore (10/3) sekitar pukul 17.00 WIB, ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Kampung Kali Baru, Pelipit RT 01 RW 06 No 19 Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun. Orang pertama yang mengetahui Reni sudah tak bernyawa adalah Uci, teman satu kontrakan Reni. Pengakuan Uci, kemarin sore, ia baru sampai di Karimun dari Malaysia.
Katanya, ia sama sekali tidak menyangka bahwa temannya, Reni yang sudah dianggap sebagai kakak itu ditemukan meregang nyawa oleh dirinya sendiri. "Saya sama sekali tak menyangka, kalau yang meninggal itu adalah Kak Reni, meninggalnya di kamar saya. Padahal, sebelumnya dia tak pernah masuk ke kamarnya," kata Uci saat itu. (ham)
- Supir Tertipu Oknum Kantor Camat Kundur
- Puluhan Kendaraan di Kundur Terjaring Razia
- Persiapan MTQ Kabupaten Karimun Sudah 50 Persen
- Target Pendapatan Karimun 2013 Rp938 M
- Wabup Karimun Minta Aparat Tegas
- PT Tower Ancam Tempuh Jalur Hukum
- Sampah di Karimun Dibiarkan Menggunung
- BBM Kundur Berangsur Normal



