Mayat bayi tak berdosa itu ditemukan Aryadi, warga Sidodadi Kelurahan Moro Timur, Kecamatan Moro saat mencari kayu bakar di sekitar lokasi kejadian. Ia terkejut melihat gundukan tanah masih berwarna merah di sekitar hutan di kampung itu.
Aryadi lalu mendekati gundukan tanah itu dan mencium bau yang menyengat berasal dari gundukan tanah yang diatasnya ditaruh kapur barus itu. Ia lalu menyampaikan temuan itu kepada Rusman, warga Moro lainnya. Beberapa saat berselang, mereka berdua mencoba membongkar gundukan tanah merah itu. Alangkah terkejutnya, begitu gundukan tanah terbongkar ternyata didalam terdapat kantong plastik merek Angry Bird berisi bayi yang masih berdarah.
Tak mau gegabah, kedua warga itu kembali menimbun orok bayi itu dan meninggalkan lokasi guna melaporkannya ke pihak kepolisian. Saat itu juga, anggota Polsek Moro bersama masyarakat lainnya melakukan penggalian kembali tanah merah itu dan membawa temuan tersebut ke Puskesmas Moro untuk kepentingan visum.
Kapolsek Moro, AKP Ramlan Chalid ketika dikonfirmasi membenarkan adanya temuan orok bayi yang diperkirakan masih berumur enam bulan itu.
"Benar, bayi itu pertama kali ditemukan salah seorang warga Sidodadi bernama Aryadi saat mencari kayu bakar di hutan. Temuan itu dilaporkan ke Polsek hingga kami turun ke lokasi kejadian. Diduga, orok itu dikubur sehari sebelum ditemukan," kata Ramlan.
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus temuan bayi itu.
"Kami akan melakukan penyelidikan kasus ini. Siapapun pelakunya harus bertanggungjawab, karena perbuatan yang dilakukan oleh ibu bayi itu telah melanggar hukum," ungkapnya lagi.
Bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu dimakamkan hari Sabtu (16/3) itu juga sekitar pukul 22.00 WIB di Kampung Sidodadi, Kelurahan Moro Timur atau tak jauh dari lokasi kejadian.
"Ya, bayi itu sudah ditanam hari itu juga di pemakaman yang lahannya milik Pemkab Karimun," ujar Maspar, salah seorang pegawai Dinsos Karimun. (ham)
- Masyarakat Karimun Jangan Panik Hadapi Krisis BBM
- Polisi Kejar Ibu Pembuang Orok di Moro
- Air Karimun Tak Layak Minum
- Tanah Satu Hektar Diatur BPN
- Empat Kali Beraksi, Penyelundup BBM di Kundur Ditangkap
- Jatah APMS di Karimun Hanya 400 Kilo Liter
- Pembangunan RSUD Kundur Terkendala Lahan
- SPBU di Karimun Kosong Lagi



