Minggu05262013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Polisi Kejar Ibu Pembuang Orok di Moro

Polisi Kejar Ibu Pembuang Orok di Moro

KARIMUN (HK) - Pihak kepolisian masih terus memburu ibu kandung atau pelaku yang dengan tega menggugurkan kandungan dan menguburkannya di semak-semak Kampung Sidodadi, Kelurahan Moro Timur, Kecamatan Moro, Sabtu (16/3) lalu.

Kapolsek Moro, AKP Ramlan Chalid ketika dikonfirmasi, Senin (18/3) mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus penemuan orok yang diperkirakan masih berumur enam bulan tersebut.

"Siapa pelakunya belum bisa kami sampaikan, kami masih terus menyelidiki kasus ini," ujar Ramlan, kemarin.

Ia berjanji akan berupaya mengungkap kasus yang cukup menghebohkan Moro itu, dengan meminta keterangan terhadap sejumlah saksi maupun mengumpulkan keterangan dari masyarakat sekitar siapa-siapa saja orang yang dicurigai hamil di sekitar temuan orok bayi oleh warga yang tengah mencari kayu bakar itu.

"Biarkan kami bekerja dulu. Kami akan berusaha keras untuk mengungkap kasus ini. Yang jelas, kami telah mengumpulkan keterangan dari masyarakat dan juga mengumpulkan sejumlah barang bukti. Kami janji, setelah kasus ini terbongkar pasti akan kami sampaikan kepada kawan-kawan media," jelas Ramlan.

Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengaku terkejut begitu mendengar berita adanya berita temuan orok di Moro, padahal sebelumnya kasus seperti itu belum pernah terjadi di Moro maupun di Kabupaten Karimun.

"Kasus tersebut memang sangat mengejutkan, sebelumnya kan belum pernah terjadi di Karimun," kata Rafiq di Tanjungbalai Karimun, kemarin.

Menurutnya, kasus temuan orok itu bisa saja terindikasi karena menurunnya dekadensi moral remaja. Untuk itulah, dirinya meminta peran serta seluruh tokoh dan elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga para remaja dan membentengi mereka dengan ajaran agama yang kuat serta kegiatan-kegiatan yang positif.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, masyarakat di Kecamatan Moro digemparkan dengan temuan bayi yang diperkirakan masih berumur enam bulan, Sabtu (16/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Mayat bayi tak berdosa itu ditemukan Aryadi, warga Sidodadi Kelurahan Moro Timur, Kecamatan Moro saat mencari kayu bakar di sekitar lokasi kejadian. Ia terkejut melihat gundukan tanah masih berwarna merah di sekitar hutan di kampung itu.

Aryadi lalu mendekati gundukan tanah itu dan mencium bau yang menyengat berasal dari gundukan tanah yang diatasnya ditaruh kapur barus itu. Ia lalu menyampaikan temuan itu kepada Rusman, warga Moro lainnya. Beberapa saat berselang, mereka berdua mencoba membongkar gundukan tanah merah itu. Alangkah terkejutnya, begitu gundukan tanah terbongkar ternyata didalam terdapat kantong plastik merek Angry Bird berisi bayi yang masih berdarah.

Tak mau gegabah, kedua warga itu kembali menimbun orok bayi itu dan meninggalkan lokasi guna melaporkannya ke pihak kepolisian. Saat itu juga, anggota Polsek Moro bersama masyarakat lainnya melakukan penggalian kembali tanah merah itu dan membawa temuan tersebut ke Puskesmas Moro untuk kepentingan visum. (ham)

Share