Jumat03222013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Masyarakat Karimun Jangan Panik Hadapi Krisis BBM

Masyarakat Karimun Jangan Panik Hadapi Krisis BBM

KUNDUR (HK) - Wakil Bupati Karimun, H Aunur Rafiq memghimbau kepada masyarakat agar tidak panik menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini sedang dialami masyarakat.

"Jika kita panik maka krisis BBM yang dirasakan selama ini akan semakin parah. Karena kepanikan dapat menimbulkan pemikiran untuk mendapatkan stok dalam memenuhi kebutuhan, sehingga terjadilah penimbunan yang berujung kepada kekosongan bahan bakar," ujar Rafiq baru-baru ini di Kundur.

Dia juga mengatakan, selama ini kekurangan BBM di Kundur per bulannya mencapai 100 Kilo Liter (KL) bensin premium. Dan saat ini upaya yang dilakukan pemerintah adalah mengusulkan adanya tambahan kuota sebanyak 500 KL, dengan harapan ada jatah tambahan untuk masyarakat di Pulau Kundur.

Salah satu penyebab berkurangnya stok BBM di Kundur lanjut Rafiq, diakibatkan kepadatan penduduk serta semakin banyaknya kendaraan bermotor. Sehingga memang perlu dilakukan penambahan kuota.

Selama ini kata Rafiq, Agen Premiun dan Minyak Solar (APMS) PT Kundur Mas mengambil minyak di pertamina hanya untuk 10 hari, dan pengambilan tersebut dilakukan tiga kali dalam sebulan, sehingga kebutuhan dalam 10 hari tersebut perlu dibatasi guna menghindai hal-hal yang tidak dinginkan.

"Di Karimun saja kita melakukan pembatasan penggunaan BBM untuk berbagai jenis kendaraan. Seperti angkutan kota maksimal Rp100 ribu dalam sekali isi di SPBU. Untuk sepeda motor maksimal Rp30 ribu. Dan berlaku hanya untuk satu kali pengisian dalam sehari. Hal ini pun harus dilakukan pembatasan untuk sementara waktu di Kundur, sambil menunggu jatah BBM yang diajukan telah dapat dikabulkan," kata Rafiq.

Untuk itu dia juga berharap, agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama mengawasi penggunaan BBM. Sehingga tidak ada rembesan atau jatah minyak untuk masyarakat di Kundur dijual keluar daerah.(gan)

Share