Rabu05292013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Wakil Bupati Karimun: UKS Tidak Maksimal

Wakil Bupati Karimun: UKS Tidak Maksimal

KARIMUN (HK) - Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) saat ini dinilai tidak berjalan maksimal dalam melayani. Rafiq menilai ada tiga faktor mengapa UKS di sejumlah sekolah kurang berperan. Diantaranya kurangnya kompetisi antarpenglola di setiap sekolah, sehingga mereka tidak berpacu menjadi yang terbaik. Selain itu sarana dan prasana penunjang masih sangat terbatas

"Kondisi ini memang ditemukan pada saat lomba sekolah sehat. Banyak ditemukan sekolah yang sarananya terbatas. Kemudian faktor lain adalah tidak dilakukan pembinaan secara intensif atau secara berkesinambungan, sehingga motivasi mereka (para pengurus UKS) perlu digalakkan," ujar Rafiq dalam membuka sosialisasi bahaya narkoba dan HIV AIDS, yang disejalankan dengan pelatihan pengelolaan UKS untuk siswa SLTA sederajat, yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun di Wisma Karimun, Selasa (19/3).

Pada kesempatan itu Rafiq juga menyinggung soal narkoba yang kini semakin mengkhawatirkan. Untuk itu ditekankan kepada seluruh pelajar dan pemuda harus mencari tahu mengenai narkoba yang dibarengi dengan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kabupaten Karimun lanjut Rafiq, merupakan daerah perbatasan dan dijadikan tempat transit orang tak bertanggungjawab soal peredaran narkoba. Pemerintah daerah dalam hal ini telah melalukan upaya pencegahan.

Oleh karena itu kata Rafiq, generasi muda dan pelajar harus pahami bahaya narkoba terhadap pertumbuhan dan perkembangan diri. Masalah HIV AIDS erat kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba.

"Makanya kegiatan pelatihan UKS ini disejalankan dengan sosialisasi bahaya narkoba dan HIV AIDS. Narkoba no prestasi yes," seru Rafiq seraya mengajak para pelajar untuk meneriakkan yel yel tersebut bersama-sama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, MS Sudarmadi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendidik generasi muda khususnya pelajar untuk lebih mengenal bahaya narkoba, serta memaksimalkan pelayanan kesehatan di sekolah melalui UKS.

"Paling tidak mereka bisa jadi duta untuk bahaya narkoba. Baik untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya," harap Sudarmadi.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari itu diikuti sebanyak 208 orang peserta. 58 diantaranya adalah peserta pelatihan pengelola UKS, dan sisanya peserta sosialisasi bahaya narkoba serta HIV AIDS. Dengan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan Disdik.(gan)

Share