Sabtu05252013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Penyuluhan Bagi Pelajar Dinilai Efektif

Penyuluhan Bagi Pelajar Dinilai Efektif

KARIMUN (HK) - Penyuluhan maupun sosialisasi yang dilakukan pemerintah daerah seputar bahaya narkoba dan HIV/AIDS bagi masyarakat masih menjadi tanda tanya besar. Namun menurut Wakil Bupati Karimun, H Aunur Rafiq masih efektif. Rafiq mengatakan, sosialisasi yang digelar Dinas Pendidikan mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS, sebagai tindakan prefentif, harus terus dilakukan.

"Tolak ukur efektif atau tidaknya ini tergantung dari tingkat pemahaman para peserta. Bukan karena gencarnya penyuluhan kita lakukan lalu tingkat antusiasnya makin tinggi. Tapi yang kita pikirkan adalah bagaimana jika itu tidak kita lakukan, lalu apa yang akan terjadi dan sejauh mana pemahaman mereka akan bahaya narkoba dan HIV AIDS? Ini yang harus dipikirkan," ujar Rafiq, kemarin.

Menurut Rafiq, penyuluhan dan sosialisasi masih efektif dan masih relevan untuk dilakukan. Sebab melihat perkembangan anak-anak saat ini memang perlu diberikan pembekalan atau penyuluhan seperti ini.

Mengenai masalah tingkat kejahatan narkoba, yang khususnya melibatkan anak sekolah sampai saat ini diakui Rafiq belum memiliki angka yang pasti. Kendati demikian, peredaran narkoba yang melibatkan oknum tertentu atau person tertentu memang ada, sedangkan keterlibatan anak sekolah belum ada.

"Bahkan kita sudah lakukan tes urin ke sekolah-sekolah baik di pulau-pulau seperti Moro dan Tanjungbatu, Alhamdulillah tidak ditemukan satu dari 500 yang kita bandingkan," jelasnya.

Lagi-lagi Rafiq mengatakan, jika kita tidak melakukan penyluhan dan tes urin di sekolah maka apa yang akan terjadi? Jadi ini yang kita lihat. Makanya kegiatan penyuluhan ini masih efektif untuk dilakukan dan masih sangat perlu.

Disinggung tentang kenakalan remaja saat ini sudah merambah kepada pergaulan atau seks bebas, sehingga hal itu belum ada kegiatan penyuluhan dilakukan. Bahkan keterlibatan pelajar terhadap narkoba masih minim sedangkan seks bebas tergolong sangat banyak. Sehingga menyebabkan adanya pernikahan dini. Menanggapi hal ini, Rafiq mengaku kalau penyuluhan pergaulan bebas harus melakukan kemasan dalam penyampaian yang tepat.

"Karena untuk menyampaikan hal seperti ini tentu harus kita lihat koridor-koridor tertentu. Jangan sampai kita memberikan pemahaman tentang seks bebas ini malah memberikan dampak yang negatif," ujarnya.

Rafiq membenarkan mengenai maraknya pernikahan dini yang diakibatkan pergaulan atau seks bebas. Bahkan Rafiq membeberkan data-data yang dimiliki. Bahwa jumlah kasus pernikahan dini untuk tahun 2012 ada 37, sedangkan tahun 2013 sudah ada tujuh kasus terhitung sampai Februari.

Lebih lanjut Rafiq mengatakan, terjadinya penyimpangan seksual pada anak-anak yang kemudian berlanjut kepada pernikahan dini, disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah peran orang tua. Setelah lingkungan keluarga yang sangat dominan, kemudian lingkungan masyarakat dan setelah itu sekolah.

"Tentunya orang tua juga kita minta untuk mengawasi anak-anaknya. Faktor X yang ada dalam keluarga juga mempengaruhi," pungkasnya.(gan)

Share