Anggota Komisi C DPRD Karimun, HM Taufiq begitu mendapat laporan dari masyarakat terkejut mendengar putusnya pasokan premium dari Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Eddy Vidyadharma yang mensuplai kebutuhan BBM bagi pangkalan di Kecamatan Kundur Barat tersebut.
"Saya sudah banyak menerima laporan dari mayarakat soal hilangnya ketersediaan BBM jenis premium di seluruh pangkalan yang ada di Kundur Barat. Premium hanya bisa temui di sejumlah kios pengecer. Namun, harga yang dijual di ditingkat pengecer sangat mahal. Jadi masyarakat mengaku tak mampu beli premium di tingkat pengecer lagi," ujar Taufiq di ruang Komisi C DPRD Karimun, Kamis (21/3) kemarin.
Hilangnya premium di tingkat pangkalan tersebut memunculkan berbagai indikasi di benak Taufiq. Dirinya menduga premium yang dijual oleh pengecer itu berasal dari pangkalan yang ada di Kundur Barat. "Mungkin saja, premium di pengecer itu dari pangkalan, karena harga yang ditawarkan lebih tinggi maka mereka lebih memilih menjual ke pengecer ketimbang masyarakat," ungkapnya.
Untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, maka Taufiq segera menghubungi Camat Kundur Barat Baginda Ahmadsyah Lubis dan memintanya untuk mengecek langsung soal hilangnya ketersediaan premium di tingkat pangkalan itu. "Yang jelas, saya minta Pak Camat untuk mengecek ke tengah-tengah masyarakat soal hilangnya premium itu," kata Taufiq kepada sang camat.
Dirinya juga meminta kepada Camat Kundur Barat, kalau dari hasil penelusurannya memang ditemukan adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik pangkalan premium, maka dengan tegas Taufiq meminta kepada camat untuk mencabut Surat Izin Tempat Usaha (SITU) pangkalan BBM itu.
"Buat apa SITU dikeluarkan kalau ternyata BBM nya diselewengkan. Makanya saya meminta kepada camat untuk mencabut saja SITU BBM pemilik pangkalan itu. Sebab, perbuatan itu jelas-jelas telah merugikan masyarakat banyak. Mendengar itu, Pak Camat pun berjanji akan turun ke lapangan untuk mengecek ketersediaan premium," jelas Taufiq.
Diungkapkan lagi, kuota BBM jenis premium di Kecamatan Kundur Barat sebanyak 200 kiloliter. Premium tersebut disuplai dari APMS Eddy Vidyadharma. Perbandingan antara kuota premium dengan jumlah kendaraan masih seimbang. Namun, karena ada dugaan penyelewengan di tingkat pangkalan, maka terjadi kelangkaan premium yang menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya. (ham)
- Sarana Coastal Area Ditambah
- Fraksi PAN Bantah Dampingi Pokja Inklusif ke Jakarta
- Air Bersih Tidak Dianggarkan di APBD Karimun
- Kapal Muatan Pasir Timah Tenggelam di Karimun
- Air Bersih di Karimun Tercemar Bakteri
- Jambret Beraksi di Kampung Harapan
- Penyuluhan Bagi Pelajar Dinilai Efektif
- Wabup Karimun Janji Atasi Krisis BBM



