Rabu06052013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Dermaga Penarah Karimun Terbengkalai

Dermaga Penarah Karimun Terbengkalai

KARIMUN (HK) - Dermaga Desa Penarah, Kecamatan Belat sebagai akses utama masyarakat di Pulau Belat tersebut menuju ke Kecamatan Kundur Utara saat ini masih terbengkalai.

Padahal, proyek Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun senilai Rp1,061 miliar itu dianggarkan dalam APBD 2012 lalu.

Heri salah seorang warga Kecamatan Belat di Tanjungbalai Karimun, Kamis (21/3) mengatakan, kondisi fisik proyek tersebut saat ini baru mencapai 70 persen, jadi belum bisa digunakan sebagai akses perhubungan masyarakat Pulau Belat ke Pulau Kundur. Padahal, masyarakat sangat berharap kalau proyek itu selesai dalam waktunya.

"Selain telatnya pengerjaan proyek itu, ada beberapa bagian proyek yang diduga tidak sesuai dengan bestek. Diduga, pengerjaannya asal jadi sehingga menjadi terbengkalai begitu. Kalau proyeknya seperti itu, yang dirugikan jelas masyarakat dan pemerintah daerah juga," ungkap Heri.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Karimun Zulfikar, menyayangkan proyek dermaga Penarah di Desa Penarah, Kecamatan Belat yang dibangun dengan dana APBD 2012 terbengkalai sehingga tidak bisa dimanfaatkan warga masyarakat setempat. Karena, anggaran yang digunakan untuk proyek tersebut cukup besar.

"Masyarakat jelas dirugikan karena dermaga yang dibangun dengan dana APBD itu tidak bisa mereka gunakan sebagaimana mestinya. Harusnya, pihak kontraktor bisa mengerjakan proyek itu sesuai dengan kontraknya. Begitu juga kepada konsultan pengawas bisa lebih mengawasi pengerjaan proyek ini dengan baik," ungkap Zulfikar di Tanjungbalai Karimun.

Dikatakan Zulfikar, berdasarkan informasi yang diperolehnya, dermaga tersebut memiliki panjang sekitar 125 meter itu dikerjakan dengan pagu anggaran sekitar Ro1,061 miliar, sementara nilai proyek setelah proses lelang sekitar Rp899 juta. "Meski anggaran besar, namun hasil proyek baru 70 persen," jelasnya.

"Seharusnya proyek tersebut sudah selesai pada pada Desember 2012. Namun, hingga Maret 2013 ini ternyata fisiknya baru sekitar 70 persen. Makanya saya menduga ada yang tidak beres dalam pengerjaan proyek ini. Untuk itu, saya meminta kepada kontraktor bertanggungjawab soal proyek ini," tandas Zulfikar.(ham)

Share