Informasi di lapangan, korban saat itu bersama beberapa karyawan lainnya membongkar muatan kapal Smac One, salah satu maintenance dari perusahaan produksi anjungan minyak asal Italia . Namun tiba-tiba pipa besi dari muatan kapal itu meluncur dan mengenai pelipis mata kanannya.
Diduga, karena kuatnya hantaman besi pipa itu menyebabkan korban tersungkur dan tewas di tempat. Melihat itu, karyawan lainnya lalu membawa korban ke klinik PT SIKB. Jenazah korban kemudian dibawa ke ruang pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun untuk divisum. Jenazah korban tiba di RSUD sekitar pukul 17.52 WIB. Di RSUD, terlihat hanya ada satu orang karyawan perusahaan yang masih mengenakan pakaian kerja menemani korban.
Karyawan yang tak mau menyebutkan namanya itu mengaku tidak tahu persis kronologis kejadian yang menimpa korban. Ia hanya menyebut kalau korban meninggal karena tertimpa besi pipa saat membongkar dari kapal Smac One di areal PT SIKB.
"Saya tak tahu persis kronologis kejadiannya. Yang tahu teman satu lagi, dia juga dokter tapi sekarang sudah pergi," ungkap pekerja itu.
Pantauan di RSUD, hingga berita ini diturunkan korban masih disimpan di ruang jenazah. Darah mengering masih menempel di pelipis mata kanan korban. Wajahnya diikat pakai kain putih menutupi luka di pelipis matanya. Sementara di dada korban tampak dua buah tato yang saling berdekatan. Tato tersebut bergambar kepala singa dan elang.
Kepala Ruang Pemulasaraan Jenazah RSUD Karimun, Gufron mengatakan korban diantar ke RSUD bersama beberapa rekan kerjanya. Saat ini, pihaknya masih membersihkan jenazah korban.
Terkait dengan tewasnya Among, Manejer Sumberdaya Manusia PT SIKB, Agustinus Setiawan belum berhasil dimintai keterangan. Nomor ponsel miliknya saat dihubungi meski terdengar nada sambung namun tidak dijawabnya.
Kapolsek Meral AKP Bangun Tua Nasution mengatakan kasus tewasnya Among itu sudah diserahkan ke Polres Karimun. Ia pun menyarankan wartawan mengkonfirmasi kasus itu ke Polres.
"Silahkan konfirmasi ke Polres saja," kata Nasution.
Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Irvan Asido Siagian saat dihubungi mengaku belum tahu kasus tersebut. Ia mengaku baru dari Batam.
"Saya baru saja turun kapal dari Batam, jadi belum mengetahui kasus itu, nantilah kalau sudah ada informasi baru kami sampaikan," jelas Irvan. (ham)
- Sarana Coastal Area Ditambah
- Fraksi PAN Bantah Dampingi Pokja Inklusif ke Jakarta
- Air Bersih Tidak Dianggarkan di APBD Karimun
- Kapal Muatan Pasir Timah Tenggelam di Karimun
- Air Bersih di Karimun Tercemar Bakteri
- Jambret Beraksi di Kampung Harapan
- Penyuluhan Bagi Pelajar Dinilai Efektif
- Wabup Karimun Janji Atasi Krisis BBM



