Untung saja, tak ada korban jiwa dalam insiden terbakarnya kapal yang biasa melayari rute Sei Guntung-Durai-Moro dan Batam tersebut.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Sawa kepada wartawan mengatakan, kapal SB Tenggiri 7 berangkat dari Pelabuhan Domestik Sekupang Batam, dan sampai di pelabuhan Sei Guntung pada pukul 14.00 WIB lalu segera menurunkan seluruh penumpangnya.
Usai menurunkan penumpang, kapal lalu bergerak menuju tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM), jarak antara pelabuhan dengan stasiun pengisian BBM di Sei Guntung hanya sekitar 15 menit. Pengisian BBM itu berlangsung hingga 15 menit lamanya. Baru saja usai mengisi bahan bakarnya dengan melepas tali, tiba-tiba kapal tersebut terbakar.
"Untung saja semua penumpang sudah berhasil diturunkan dari kapal saat kapal bersandar di pelabuhan, sehingga insiden itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kapal naas tersebut mengalami kerusakan yang cukup berat karena api tiba-tiba saja muncul dari ruang mesin," kata Sawa.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran kapal penumpang itu. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sumber api diduga berasal dari percikan api di aki saat speed boat itu tengah melakukan pengisian BBM. "Saat timbul percikan api, tiba-tiba saja menjalar karena saat itu kapal tengah mengisi BBM," jelasnya lagi.
Insiden terbakarnya kapal SB Tenggiri 7 itu, sempat menjadi perhatian warga karena peristiwa itu terjadi pada siang hari, disaat warga tengah ramai disana. Karena kejadian itu datang secara tiba-tiba, maka semua warga yang hadir di sekitar lokasi menjadi panik, dan berusaha membantu sebisa mungkin.
Belum Ditemukan
Sementara itu, Iwan anak buah kapal (ABK) kapal motor (KM) Takkajo'e GT 06 yang tenggelam di sekitar perairan Kenipan hingga Minggu (24/3) masih belum ditemukan. Pihak Lanal Tanjungbalai Karimun bersama pihak terkait lainnya termasuk juga nelayan hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap abk kapal itu.
"Saat ini kami masih melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal di perairan Kenipan, Tanjungbalai Karimun, Jumat (22/3) sekitar pukul 12.00 WIB itu. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda maupun laporan dari tim atau nelayan yang ikut melakukan pencarian abk kapal yang hilang itu," ungkap Sawa.
Sebagaimana diketahui, Kapal Motor (KM) Takkajo'e GT 06 bermuatan 25 ton pasir timah tenggelam di perairan Kenipan, Tanjungbalai Karimun, Jumat (22/3) sekitar pukul 12.00 WIB. Satu orang anak buah kapal (ABK), Iwan dinyatakan hilang. Sementara, nakhoda kapal, Dahlan Siregar beserta dua ABK lainnya yakni Kepala Kamar Mesin (KKM), Syamsuddin dan klasi, Ardiansyah beserta empat orang penumpang berhasil diselamatkan Tim SAR dan anggota Posal Lanal Karimun.
Satu orang anak buah kapal (ABK), Iwan dinyatakan hilang. Sementara, nakhoda kapal, Dahlan Siregar beserta dua ABK lainnya yakni Kepala Kamar Mesin (KKM), Syamsuddin dan klasi, Ardiansyah beserta empat orang penumpang berhasil diselamatkan Tim SAR dan anggota Posal Lanal Karimun.
Informasi di lapangan, kapal tersebut berangkat dari lokasi penambangan pasir timah, sebelah barat Pulau Kenipan menuju ke Smelter yang berada di Desa Pangke, Kecamatan Meral, Karimun. Namun ketika melintas di sebelah utara perairan Kenipan, tiba-tiba haluan kapal bocor dan air mulai memasuki lambung kapal. Saat air mulai merembes masuk, nahkoda kapal sudah berusaha menyelamatkan kapal agar tidak tenggelam dengan mengarahkan kemudi ke pinggiran pantai. Namun usaha itu sia-sia. Pasalnya, air laut sudah memenuhi lambung kapal hingga tenggelam.
Danlanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa melalui Palaksa Mayor Laut (P) Ashari Sunan Abidin mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap tenggelamnya kapal tersebut. "Belum dipastikan apa penyebab terjadinya kebocoran di lambung kapal itu. Namun yang jelas sang nakhoda dan ABK lain sudah berusaha untuk mengarahkan kapal ke lokasi yang dangkal atau ke pinggir pantai. Namun karena air sudah terlanjur masuk ke lambung kapal hingga menyebabkan kapal tenggelam. Kita masih selidiki kasus ini," ujar Ashari.
Menurutnya, hingga saat ini seluruh tim dari Pos TNI AL Selat Belia dan SAR masih melakukan pencarian terhadap salah satu ABK kapal yang dinyatakan hilang dalam insiden itu.
"Semoga pencarian yang dilakukan tim bisa membuahkan hasil dengan menemukan korban yang dinyatakan hilang," kata Ashari. (ham)
- IRT di Karimun Sudah Pandai Ciptakan Resep Baru
- Anwar Hasyim Mundur Dari Jabatan Sekda Karimun
- Warga Karimun Tolak Pendirian Tower
- Hutan Bakau Tak Boleh Dijual
- Penangkaran Walet Tak Berizin di Karimun Menjamur
- Basarnas Beri Pelatihan kepada Pelajar Karimun
- Kapal Muatan Pasir Timah Tenggelam di Karimun
- Air Bersih Tidak Dianggarkan di APBD Karimun




