Rabu05292013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun IRT di Karimun Sudah Pandai Ciptakan Resep Baru

IRT di Karimun Sudah Pandai Ciptakan Resep Baru

KARIMUN (HK) - Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Kabupaten Karimun memberikan pelatihan tata boga kepada ibu rumah tangga (IRT) dan pelatihan pengelasan kepada pemuda, sudah membuahkan hasil.

Ketua pelaksana kegiatan pendidikan kewirausahaan masyarakat Disdik dan FK-PKBM Nyimas Novi Ujiani Senin (25/3) di kantor PKBM Sinar Bangsa, Jelutung, Kelurahan Sei Raya Kecamatan Meral mengatakan, dengan adanya pelatihan itu, maka sebanyak 20 orang ibu rumah tangga (IRT) sudah bisa membuat 10 resep baru.

"Alhamdulillah, sekarang para ibu rumah tangga di Karimun sudah bisa menciptakan 10 resep baru, 5 resep masakan basah dan 5 resep makanan kering. Para ibu sudah bisa mengemas berbagai jenis makanan ringan yang bersumber dari ubi jalar, tempe dan biskuit serta berbagai sumber bahan makanan lain," kata wanita yang biasa Novi ini.

Selain kepada ibu rumah tangga, Disdik dan FK-PKBM juga memberikan pelatihan pengelasan kepada para pemuda yang dilaksanakan di SMK 1 Karimun. Usai pelatihan, para pemuda itu sudah bisa mempraktekkan cara pengelasan yang bagus dan sekarang sudah menghasilkan juga.

Menurut Novi, pelatihan kepada ibu rumah tangga dan pemuda di Karimun itu berlangsung selama 80 jam yang dimulai sejak Jumat (8/3) lalu hingga Senin (23/3) kemarin. Dirinya berharap, dengan adanya pelatihan ini, maka para ibu rumah tangga bisa membantu suaminya untuk menambah pendapatan keluarga.

Begitu juga kepada para pemuda, setelah mendapatkan ilmu pengelasan maka ilmu tersebut akan bisa dipraktekkan dengan membuka usaha sendiri. "Mudah-mudahan pelatihan ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan mempraktekkan semua ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Kepala Bidang PAUDNI Dinas Pendidikan Karimun Reza Kurniati mengatakan, pendidikan kewirausahaan yang dilaksanakan selama 80 jam itu ternyata tidak sia-sia. Sekarang para ibu rumah tangga sudah bisa membuat 10 resep masakan baru. "Hasilnya sangat luar biasa sekali, para ibu sudah bisa bikin 10 reseb baru yang belum pernah ada," ungkapnya.

Reza berharap, pelatihan yang diberikan kepada ibu rumah tangga dan pemuda itu tidak hanya sekedar mentransfer ilmu saja melainkan juga budi pekerti kepada peserta pelatihan. Sehingga, mereka bukan mendapatkan ilmu saja melainkan juga terjalin kerjasama yang baik sesama peserta pelatihan. (ilham)

Share