Bangun Drainase di Paya Rengas
KARIMUN (HK)- Masyarakat yang tinggal di Paya Rengas, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral mengaku senang ketika daerah mereka mendapat bantuan pembangunan drainase sepanjang 837 meter dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan.
Wahono, warga Paya Rengas mengatakan, dengan adanya pembangunan itu, maka bahaya banjir yang selalu mengancam kampung mereka bisa teratasi.
"Kami merasa senang dengan adanya pembangunan drainase di daerah kami ini. Mudah-mudahan ke depan kampung kami tak banjir lagi," katanya.
Pembangunan drainase itu diresmikan oleh Bupati Karimun, Nurdin Basirun, Jumat (29/3) di halaman Mushalla At Taqwa Paya Rengas, disaksikan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karimun, Camat Meral Dwi Yandri serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Nurdin mengatakan, pembangunan di Karimun bukan hanya bersumber dari Pemkab Karimun semata. Melainkan juga bersumber dari bantuan pemerintah pusat, seperti program PNPM Integrasi ini. Untuk itulah, dirinya meminta masyarakat jangan kecewa jika saat mengajukan usulan pembangunan melalui Musrenbang tidak terakomodir.
"Saya hanya meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga dan merawat drainase ini, karena kalau tak dijaga dan tiba-tiba tersumbat kan yang rugi masyarakat juga," kata Nurdin.
Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga Koordinator BKM Usaha Bersama Kelurahan Sei Raya Nyimas, Novi Ujiani menjelaskan, pembangunan drainase itu berawal dari banyaknya keluhan masyarakat. Karena daerah mereka rawan banjir dan becek karena tidak adanya saluran air. Padahal, jalan pembangunan drainase itu merupakan jalan yang sering dilewati masyarakat.
"Begitu laporan masyarakat itu kami tampung dan kami ajukan ke pemerintah pusat, alhamdulillah perjuangan itu membuahkan hasil. Pemerintah menyetujui anggaran sebesar Rp197 juta berasal dari APBN tahun 2013. Dana itu untuk pembangunan drainase atau normalisasi parit sepanjang 873 meter," ungkap Novi.
Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan semangat gotong royong ditengah-tengah masyarakat. Bahkan, bentuk kepedulain lain yang ditunjukkan oleh masyarakat adalah dengan adanya pekerjaan tambahan dengan cara swadaya berupa pembangunan batu miring untuk membantu badan jalan.
"Harapan kami, program seperti ini dapat terus dicanangkan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kami juga berharap kepada pemerintah agar dapat meninjau kembali dana masyarakat BLM reguler, dimana bantuan itu dari APBD 10 persen, sedangkan dana APBN 90 persen. Padahal, yang merasakan dari pembangunan itu adalah masyarakat Karimun sendiri," pungkas Novi. (ham)
- Penjual Hutan Bakau Bisa Dipidana
- Hamdani Bawa Pulang Kulkas
- Gubernur Kepri Buka MTQ ke VII Karimun
- 58 Pekerja Karimun Dapat Pembinaan Keahlian Scaffolding
- Penderita HIV/AIDS di Karimun Capai 1.109 Orang
- Mayat ABK Kapal Ditemukan di Karimun
- Musrenbang Karimun Hasilkan 7 Program Prioritas
- Harus Izin Menteri Kehutanan




