Beberapa waktu lalu orang nomor satu di Kepri ini pernah mengatakan, kelanjutan pengerjaan ponton Pelabuhan Tanjung Batu telah dianggarkan kembali senilai Rp590 juta.
Salah seorang tokoh masyarakat Kundur, H Arifin menilai, keterlambatan pengerjaan proyek pengerjaan ponton sudah sangat menjengkelkan. Betapa tidak, menurutnya sudah sering hal ini dikomentari atau dikritisi namun tidak ada realisasi. Meski sudah ada titik terang dari Gubernur Kepri HM Sani dalam hal kelanjutan pengerjaannya, namun sampai saat ini tak kunjung dikerjakan.
"Sekitar tiga bulan lagi kita sudah mau menyambut bulan puasa dan otomatis pasti ada arus mudik lebaran. Tapi sampai saat ini tak juga dikerjakan. Kalau dibilang ya memang sudah muak melihat masalah ini, dikomentari tak juga ditanggapi tapi kalau di diamkan makin menjadi-jadi," ungkap Arifin, Senin (1/4).
Dengan demikian, Arifin pun menagih janji Gubernur Kepri yang juga sebagai putra derah Kundur tersebut untuk segera merealisasikan apa yang pernah diucapkannya, sehingga saat arus mudik tidak perlu lagi masyarakat berdesak-desakan diatas satu ponton.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Syahbandar Tanjung Batu, Djayadi Ambono ketika dikonfirmasi tidak banyak yang bisa ia katakan. Bahkan ia menyarankan agar dikonfirmasikan langsung kepada Dinas Perhubungan Provinsi Kepri.
"Masalah ponton pengerjaannya dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi saran saya telepon saja mereka. Kami sudah sering mendesak tapi tidak ada realisasinya," ucap Djayadi melalui pesan singkatnya.
Sebelumnya, setelah terbengkalai selama dua tahun setengah, kini ponton di Pelabuhan Syahbandar Tanjungbatu dipastikan bakal dilanjutkan pengerjaannya berikut dengan pembangunan terminal penumpang.
Hal tersebut dikatakan Gubernur Kepri H M Sani dalam kunjungan kerjanya ke Kundur pada Kamis, (10/1).
Ketika itu Sani mengatakan, berdasarkan jadwal pengerjaan yang ditentukan, pembangunan ponton tersebut tidak siap. Sehingga terpaksa dilakukan pemutusan kontrak dengan perusahaan atau kontraktor yang mengerjakan.
“Pada tahun 2013 ini akan kita mulai lagi dan hanya melanjutkan saja. Dan ditargekan tahun ini pun sudah selesai pengerjaannya. Jadi ponton di Pelabuhan Tanjung Batu bukan tak siap. Yang jelas kita lanjutkan untuk tahun ini ,” ujar Sani
Diketahui, proyek ponton terbengkalai tersebut senilai Rp2,6 miliar yang didanai APBD Provinsi Kepri tahun 2011. Proyek ini dikerjakan KSO PT Karimun Utama dengan PT Seloko Batam Shipyard. Pengerjaan proyek seharusnya selesai selama 180 hari kerja atau berakhir 15 September 2011. Namun hingga saat ini belum juga rampung dan kembali dianggarkan dari APBD Provinsi Kepri sebesar Rp590 juta. (gan)
- Durai Bangun Jalan Lingkar
- Pawai Ta'aruf Meriahkan Rangkaian Acara MTQ Karimun
- Kuntum Diperkosa di Kebun Singkong di Kundur
- Kakek 70 Tahun di Karimun Tewas Gantung Diri
- 58 Pekerja Karimun Dapat Pembinaan Keahlian Scaffolding
- Gubernur Kepri Buka MTQ ke VII Karimun
- Hamdani Bawa Pulang Kulkas
- Penjual Hutan Bakau Bisa Dipidana



