Ketua DPRD Karimun, Raja Bakhtiar yang juga termasuk kerabat dan zuriat Kerajaan Riau Lingga mengaku geram sekaligus sedih mendengar kabar makam yang menjadi situs cagar budaya itu telah dirusak oleh aktivitas penambangan bauksit. Raja Bakhtiar mengutuk keras pelaku perusakan itu dengan menyebut mereka tidak mengerti adab.
"Terus terang saya marah dan kecewa begitu mendengar kabar makam tersebut telah rusak karena keserakahan sekelompok orang yang dengan semena-mena merusak lingkungan sekitar hingga sampai merusak cagar budaya itu. Menurut saya, mereka itu tidak mengerti adab dan tidak memiliki nilai budi," kata Raja Bakhtiar di ruang kerjanya, Senin (1/4).
Satu hal yang membuat Raja Bakhtiar sedih, aksi perusakan itu telah terjadi sehingga nilai sejarah yang merupakan warisan dari leluruh mereka sudah diambang kehancuran. Untuk itulah, dirinya meminta kepada pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah untuk melindungi aset daerah yang bernilai sejarah tinggi itu.
"Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menindak aksi penambangan bijih bauksit tersebut hingga sampai mengarah pada perusakan makam leluhur Kerajaan Riau Lingga di Tanjungpinang itu. Kalau aksi ini dibiarkan terus, maka akan berdampak lebih buruk lagi terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah di Kepri ini," terangnya.
Raja Bakhtiar menyebut, dalam garis keturunan Kerajaan Riau Lingga dirinya masih dalam kerabat dan zuriat keturunan kerajaan. Meski jika dirunut lagi silsilah dalam garis keturunan kerajaan, Raja Bakhtiar tak bisa bisa lagi mengingat dirinya keturunan yang ke berapa dalam silsilah Kerajaan Riau Lingga.
"Kendati begitu, secara emosional kultural saya dan keluarga besar kami lainnya di Karimun masih dalam satu bingkai Kerajaan Riau Lingga. Makanya, ketika saya mendengar kabar dan membaca berita di media kalau makam keturunan kerajaan di Tanjungpinang rusak akibat eksploitasi tambang, kami jadi terusik dan terganggu," ungkap Raja Bakhtiar lagi.
Bukan hanya sekedar mengecam, Raja Bakhtiar juga akan mendatangi kerabat dan zuriat Kerajaan Riau Lingga lainnya yang ada di Tanjungpinang untuk bermufakat mencari jalan keluar dari aksi perusakaan makam tersebut.
"Hari ini juga (kemarin) saya akan berangkat ke makam yang telah dirusak oleh aktivitas penambangan bijih bauksit di Tanjungpinang tersebut," tandasnya.(ham)
- Durai Bangun Jalan Lingkar
- Pawai Ta'aruf Meriahkan Rangkaian Acara MTQ Karimun
- Kuntum Diperkosa di Kebun Singkong di Kundur
- Kakek 70 Tahun di Karimun Tewas Gantung Diri
- 58 Pekerja Karimun Dapat Pembinaan Keahlian Scaffolding
- Gubernur Kepri Buka MTQ ke VII Karimun
- Hamdani Bawa Pulang Kulkas
- Penjual Hutan Bakau Bisa Dipidana



