Korban pertama kali ditemukan anaknya, Ondeng saat baru pulang berjualan di pelabuhan Boom Panjang. Begitu sampai di dalam rumah, Ondeng terkejut begitu menyaksikan bapaknya telah tewas dengan posisi tergantung di kamar belakang rumah yang baru mereka kontrak sekitar sebulan yang lalu.
Saking terkejutnya, Ondeng menjerit keras hingga mengundang perhatian tetangganya. Hanya dalam hitungan menit, warga sekitar sudah datang memenuhi rumah tersebut untuk mengetahui penyebab wanita paruh baya itu menjerit keras. Di rumah itu, warga menyaksikan Daeng Masiki tergantung lunglai.
Beberapa warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Tak lama berselang polisi datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hanya sekitar 30 menit, jenazah korban gantung diri langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun untuk kepentingan visum.
Tajudin, pemilik rumah yang disewa Daeng ketika ditemui di lokasi kejadian mengatakan, Daeng baru sebulan ini mengontrak rumah tersebut bersama Ondeng, anak perempuannya yang sehari-hari berjualan di pelabuhan Boom Panjang. Tajudin mengaku tidak terlalu mengenal keluarga itu.
"Keluarga itu baru sebulan yang lalu mengontrak rumah saya. Yang membayar sewa rumah adalah anaknya yang bekerja di Malaysia dan dibantu juga oleh anaknya yang jualan di pelabuhan itu. Selama ini saya tidak pernah mendengar keluhan dari pak tua itu, hanya saja dadanya selalu terlihat sesak, mungkin saja dia sakit sesak nafas," kata Tajudin.
Hanya saja, kata dia, sehari yang lalu Daeng pernah mengucapkan kata-kata aneh dengan menyebut dalam waktu dekat orang-orang akan melihat suatu kejadian di rumah itu.
"Saya tak mengerti apa yang diucapkannya itu. Setelah kejadian ini, baru saya sadar apa arti ucapan itu," ucap Tajudin.
Menurut dia, pria tua itu sudah lama berpisah dengan istrinya yang tinggal tidak terlalu jauh dengan rumah kontrakannya itu. Karena melihat orang tua mereka yang berpisah sementara dan sang bapak tidak memiliki tempat tinggal, makanya anak-anaknya berinisiatif mencarikan rumah kontrakan untuk bapak mereka agar tidak pergi kemana-mana.
Kapolsek Urban Tanjungbalai Karimun Kompol Syarifuddin Dalimunthe dan Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Irvan Asido Siagian hadir di lokasi kejadian. Irvan ketika dikonfirmasi belum mau memberikan penjelasan.
"Besok aja, kami belum memperoleh keterangan apapun soal kasus ini," sebutnya.
Sementara, Dalimunthe menyebutkan, saat ini pihaknya belum bisa menjelaskan apa penyebab kematian korban apakah murni bunuh diri atau karena penyebab lain.
"Korban saat ini dievakuasi dulu ke rumah sakit dan dilakukan visum, dari situ baru diketahui apa penyebab kematiannya, apakah karena bunuh diri atau karena faktor lain," ungkap Dalimunthe. (ham)
- Nelayan Karimun Keluhkan Kapal Isap Timah
- Pertahankan Juara Umum MTQ Provinsi Kepri
- Orang Gila Resahkan Warga Kundur
- Janda Tewas Terjun dari Hotel
- Punya Surat Tanah Sejak 1938
- Ponton Terbengkalai , Warga Kundur Tagih Janji Gubernur
- Raja Bakhtiar Kecam Perusak Cagar Budaya
- Tes Kejiwaan Caleg, KPU Gandeng IDI dan Dinkes



