"Sebagai penangkalnya maka agama yang menjadi landasan utama. Di samping itu anak perlu pengawasan orang tua," ujar Nurdin, saat menghadiri kegiatan penyuluhan seks bebas untuk pelajar seluruh Kabupaten Karimun, Selasa (2/4) di ruang perpustakaan SMAN 2. Kegiatan ini digelar Badan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Karimun.
Selain itu pula lanjut Nurdin, anak-anak yang punya kemampuan harus dapat menjauhi bahaya ini. Perpustakaan dan rumah ibadah saat ini jumlahnya sudah cukup banyak. Untuk itu diakui Nurdin cukup mampu menanggulangi tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Karimun, Rosmawati mengatakan, latar belakang diadakan kegiatan tersebut karena selama ini anak-anak sangat rentan dengan seks bebas.
"Harapan kita, dari kegiatan ini anak-anak tahu apa dampak dari seks bebas. Di samping itu pula dari kegiatan yang kita lakukan paling tidak bisa menjadi penangkal dari apa yang kita khawatirkan terhadap para generasi muda," ucap Rosmawati.
Seberapa esektif kegiatan tersebut sehingga dapat berpengaruh kepada para pelajar? Rosmawati mengaku sangat efektif. Menurut dia sekitar 80 persen dari pelajar a mampu menyerap dan bisa mempengaruhi teman-temannya atau bisa saling berbagi ilmu.
Narasumber dalam kegiatan itu didatangkan dari Polres Karimun dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karimun.(gan)
- Nelayan Karimun Keluhkan Kapal Isap Timah
- Pertahankan Juara Umum MTQ Provinsi Kepri
- Orang Gila Resahkan Warga Kundur
- Janda Tewas Terjun dari Hotel
- Punya Surat Tanah Sejak 1938
- Ponton Terbengkalai , Warga Kundur Tagih Janji Gubernur
- Raja Bakhtiar Kecam Perusak Cagar Budaya
- Tes Kejiwaan Caleg, KPU Gandeng IDI dan Dinkes



