Sabtu05112013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Janda Tewas Terjun dari Hotel

Janda Tewas Terjun dari Hotel

KARIMUN (HK)--Kasus dugaan bunuh diri kembali terjadi di Karimun. Kali ini, karyawan karaoke di Hotel Paradise Tanjung Balai Karimun, Fitra alias Fitri (23), nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai tiga hotel tersebut, Rabu (3/4) sekitar pukul 00.30 WIB.

Belum diketahui secara pasti apa motif hingga korban diduga bunuh diri tersebut. Kasus ini masih diselidiki polisi. Meski demikian pihak kepolisian mengaku korban tewas murni bunuh diri.

Informasi di lapangan, awalnya warga yang berada di sekitar lokasi dikejutkan dengan suara gemuruh. Ketika ditelusuri suara ternyata berasal dari tubuh Fitri yang terhempas dari lantai tiga hotel tersebut. Posisi jatuhnya korban tepatnya di dekat parkir halaman hotel.

Saat itu kondisi korban masih hidup dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun. Namun setelah mendapat perawatan dari tim medis, nyawa korban tak tertolong lagi. Mayat korban kemudian langsung dibawa pulang malam itu juga oleh pihak keluarga.

Salah seorang rekan korban Kapten mengaku, sebelum meninggal, malam itu Fitri masih bekerja seperti biasa melayani (menghidangkan minuman) ke tamu-tamu yang mencari hiburan di karaoke tersebut.

Hanya saja, Fitri yang selama ini dikenal periang, tapi malam itu jutru jadi pendiam.

"Fitri itu orangnya periang dan suka bercanda. Namun entah kenapa malam itu ia kok tiba-tiba pendiam. Namun, saya tak tahu pasti apa penyebab tingkahnya tiba-tiba berubah seperti itu. Saya juga sudah lama tidak ngobrol dengan korban," kata Kapten saat ditemui di rumah duka, Rabu (3/4) siang.

Diceritakannya, malam itu memang korban sempat meminta tolong mengirimkan SMS kepada seseorang melalui tantenya yang juga bekerja di hotel tersebut. Namun apa isi pesan singkat (SMS) dan ditujukan kepada siapa ia mengaku tidak tahu. Karena di handphone (HP) korban tersebut sudah tidak ada lagi isi SMS tersebut.

Kapolsek Tanjung Balai Karimun, Kompol Syarifuddin Dalimunthe mengatakan, dugaan sementara kematian korban akibat bunuh diri. Meski demikian polisi masih terus melakukan penyelidikan. Untuk mengungkap kematian korban polisi katanya telah memintai keterangan lima orang saksi yang merupakan teman-teman korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara memang ada pengakuan dari saksi bahwa sebelum meninggal, korban sempat bercerita kalau dirinya sudah terlambat datang bulan.

Kapolsek mengaku korban dibawa ke rumah sakit dalam kondisi masih hidup. Dari mulut korban tidak tercium aroma minuman beralkohol.

"Korban tidak mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang,"katanya sembari menyebutkan dari hasil olah TKP pihaknya menemukan sepatu dan handphone milik korban yang berada di lantai tiga, tempat korban melompat.

Dimakamkan

Korban telah dimakamkan di pemakaman umum Batu Lipai, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral, Rabu (3/4) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebelum dimakamkan, korban disemayamkan dan disalatkan di rumah orang tuanya di RT/RW 03/01 Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Meral.

Sejumlah rekan korban terlihat ikut mengantar jenazah korban dari rumah duka ke tempat pemakaman. Selain teman korban, tampak juga anak semata wayang korban, Daniel yang berumur empat tahun.

Sejak dari rumah hingga ke pemakaman, Daniel tampak tidak memperlihatkan kesedihan ditinggal orang tuanya itu.

Berdasarkan keterangan keluarga dan teman-teman korban, selama ini anak korban tinggal bersama neneknya di Sei Pasir. Sementara ibunya itu tinggal di rumah kos di kawasan Puakang, Kelurahan Seilakam, Kecamatan Karimun.

"Memang, anaknya itu lebih dekat dengan neneknya ketimbang dengan ibunya. Sebab, selama ini dia kan tinggal bersama neneknya, jadi wajar kalau anak itu lebih dekat kepada neneknya itu. Anak itu tidak terlihat sedih, seprti biasa saja. Ini mungkin karena masih kecil jadi dia tidak mengerti dengan kejadian ini," ujar tetangga korban.

Catatan Haluan Kepri, dalam dua hari terakhir telah terjadi dua kali kasus dugaan bunuh diri. Pertama seorang kakek, Daeng Masiki (70), ditemukan tewas mengantung di kamar belakang rumah kontrakannya, di kawasan Belakang Orari RT 04 RW 03, Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Selasa (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Kedua Fitri yang terjun dari lantai tiga hotel Paradise Tanjung Balai Karimun, Rabu (3/4) sekitar pukul 00.30 WIB. (ham)

Share