Jumat05172013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun BBM di Kundur Langka

BBM di Kundur Langka

Bensin Botolan Menjamur

KUNDUR (HK) - Kondisi bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Kundur kembali langka sehingga muncul antrean panjang pada salah satu kios yang buka pada pagi hari.

Ironisnya, meski BBM sulit dicari di kios-kios karena tidak memiliki stok, namun penjual bensin botolan yang tidak menggunakan liter semakin menjamur. Masyarakat Kundur mengaku heran dan curiga atas kejanggalan yang terjadi.

Taslim, salah seorang tokoh masyarakat Batu Lima, Kelurahan Tanjung Batu Barat, Kecamatan Kundur mengatakan, keberadaan BBM jenis premium yang saat ini sedang langka membuat masyarakat bertanya-tanya.

"Bagaimana tidak, saat seluruh kios kehabisan stok BBM dan hanya ada dua kios saja yang buka, malah bensin botolan justru menjamur. Apakah BBM subsidi di Kundur sudah dialihkan jadi BBM per botol?" tanya Taslim heran.

Menurutnya, di sepanjang kilometer tiga sampai kilometer enam, banyak kios BBM ditemui namun tidak ada satu pun yang buka. Ini yang menjadi pertanyaan masyarakat.

Taslim menilai, kelangkaan BBM terjadi dan menjamurnya penjualan BBM botolan akibat lemahnya pengawasan dan tidak ada ketegasan dari aparat, baik dari pemerintah maupun aparat penegak hukum.

"Bayangkan saja, hanya ada satu atau dua kios yang buka dan itu cuma pagi. Antrean kendaraan membludak. Kalau siang hari yang ada cuma bensin botolan, jadi kemana BBM subsidi yang disalurkan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) kepada pemilik kios," ujar Taslim lagi.

Hal senada juga dikatakan Rasyid, salah seorang warga Kundur yang sehari-hari bekerja sebagai petani karet.

"Harga bahan kebutuhan sudah semakin tinggi, BBM juga sulit didapat. Kalau pun ada pedagang eceran yang menjualnya menggunakan botol dan itu pun dijual seharga Rp10.000 per liter. Sedangkan di kios-kios satu liter hanya Rp5000. Ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dan aparat," ujar Rasyid.

Pantauan Haluan Kepri, hampir seluruh kios BBM di Kundur tutup dan hanya terlihat dua kios yang memiliki stok. Satu kios di Kilo meter dua depan Airud dan satu kios di Simpang Urung bernama Kios Indratama. Namun kedua kios tersebut hanya buka pada pagi hari. Sementara siang hari tak tampak satu kios pun yang buka. Sementara penjual BBM menggunakan botolan justru tampak sangat banyak.(gan)

Share