Jumat05172013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Harga Bawang Merah Naik 200 Persen

Harga Bawang Merah Naik 200 Persen

KARIMUN (HK)-Tingginya harga bawang merah tidak hanya terjadi di Pulau Jawa. Harga bawang di sejumlah pasar tradisional Tanjungbalai Karimun belakangan meningkat tajam bahkan mencapai 200 persen.

Jika seminggu sebelumnya, harga bawang yang djiual pedagang hanya Rp20 ribu per kilogram, namun Jumat (5/4) kemarin, harga bawang merah mencapai Rp60 ribu per kilogram.

Karena mahalnya harga bawang merah itu, banyak pedagang sayur di Pasar Baru Puakang yang tidak menjual bawang merah. Seperti yang disampaikan Inong, pedagang sayur di deretan belakang Pasar Puakang. Menurut Inong, sudah hampir seminggu ini ia tidak menjual bawang merah karena terputusnya stok ke pedagang.

"Sudah hampir satu minggu ini kami tidak menjual bawang merah. Entah apa sebabnya saya kurang tahu, namun informasi yang saya dengar, ada tangkapan bawang yang dilakukan oleh petugas, sehingga pasokan bawang terputus. Entah benar informasi itu atau tidak saya sendiri tidak tahu," kata Inong.

Eli, pedagang sayur lainnya ternyata masih memiliki stok bawang merah, harga bawang merah dijual Eli seharga Rp50 ribu per kilogram. Bawang tersebut katanya didatangkan dari Batam. "Bawang ini dari Batam. Namun, dari daerah mana bawang ini didatangkan, apakah dari Medan atau dari Padang, saya kurang tahu," ungkapnya saat ditemui Jumat siang.

Desmi, salah seorang ibu rumah tangga saat berbelanja di Pasar Puakang justru kemarin justru membeli bawang dengan harga Rp60 ribu per kilogram. Ibu satu orang anak ini mengaku dirinya berbelanja pada pagi hari, karena saat itu butuh bawang merah untuk kebutuhan memasak bagi keluarganya, maka dirinya terpaksa membelinya juga meski dengan harga yang mahal.

"Daripada tidak dapat bawang sama sekali, terpaksa saya beli juga bawang merah ini satu kilogram, meski dengan harga mahal. Kurang sedap rasanya masakan kalau tidak pakai bawang. Apalagi sudah menjadi kebiasaan kami di rumah setiap memasak selalu dibumbui pakai bawang," tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Muhammad Hasbi ketika dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini ia belum mengetahui penyebab melonjaknya harga bawang merah, sehingga terjadinya kelangkaan di tingkat pedagang di sejumlah pasar tradisional di Tanjungbalai Karimun.

"Ini kan kasus nasional. Selama ini yang saya tahu melonjaknya harga bawang cuma terjadi di Pulau Jawa saja, saya sendiri belum mengetahui kalau di Karimun juga terjadi kenaikan harga bawang merah. Nanti saya cek dulu, apa penyebab kenaikan harga bawang merah itu terjadi juga di Karimun," kata Hasbi. (ham)

Share