Pernyataan Nurdin disampaikan dalam dialog dengan sejumlah kepala sekolah saat berkunjung ke SDN 001 Karimun, Kamis (4/4).
"Saya hanya meminta kepada sekolah agar tetap profesional. Jangan sampai diintervensi oleh pihak-pihak tertentu dalam mengangkat guru honor," tandas Nurdin.
Menurutnya, memang ada sejumlah kepala sekolah yang mengeluhkan dan menyampaikan kekhawatiran terkait adanya guru honor titipan. Ia mengatakan, pengangkatan guru honor juga berpengaruh pada anggaran untuk pembayaran insentif. Apalagi Pemerintah Pemkab Karimun tahun 2014 mendatang memiliki wacana untuk menaikkan insentif dari Rp700 ribu menjadi Rp1 juta. Dengan kenaikan itu bisa meningkatkan motivasi kinerja guru honor saat mengajar.
Saat Bupati Nurdin Basirun melakukan sosialisasi pelaksanaan ujian nasional di sekolah itu, memang sejumlah kepala sekolah mengeluhkan sering mendapat intervensi dari oknum-oknum yang menitipkan keluarganya sebagai guru honor di sekolahnya.
"Saya memang pernah dimintak oleh oknum tertentu untuk meluluskan tenaga honor titipannya di sekolah, saya merasa seolah itu paksaan," ujar salah seorang kepala sekolah.
Menurut kepala sekolah itu, mungkin karena ada rencana pemerintah yang menaikan honor insentif dari Rp700 ribu menjadi Rp1 juta, maka banyak pihak-pihak tertentu yang tertarik sehingga berusaha 'menitipkan' keluarga atau koleganya untuk bisa mengajar meski hanya berstatus sebagai honorer instentif. (ham)
- Pelaku Jambret Ditangkap
- Kecamatan Meral Juara MTQ Kabupaten Karimun ke VII
- Bahrum Terbakar Akibat Ledakan Meteran
- Kepri Kejar Target Presiden
- BLH Karimun Sebut Sengketa Nelayan Tidak Krusial
- Polisi Harus Serius Ungkap Kejanggalan
- Harga Bawang Merah Naik 200 Persen
- Sengketa Tambang Dilaut, Mayarakat Bisa Gugat Bupati Karimun





