KARIMUN (HK)- Gubernur Kepri HM Sani mengaku cukup puas dengan pertumbuhan ekonomi di Kepri yang sudah mencapai 8,2 persen. Meski sudah melewati target yang ditetapkan DPRD Kepri, tapi Provinsi Kepri harus mengejar target dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni 10 persen.
"Target yang diberikan Presiden untuk pertumbuhan ekonomi di Kepri dua digit (10 persen). Artinya, kita masih punya PR (pekerjaan rumah, red) 1,8 persen lagi," kata Gubernur HM Sani pada acara kunjungan kerjanya bertemu dengan Bupati Karimun, Camat, Lurah dan tokoh masyarakat di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Karimun, Senin (8/4).
Sani optimis target pertumbuhan ekonomi tersebut bisa dicapai. Asalkan, semua jajaran pemerintahan di kabupaten/kota, pengusaha dan masyarakat memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Beberapa langkah dan terobosan sudah dilakukan Pemprov Kepri. Selain mendorong sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah juga mendorong dan mendukung iklim investasi dari berbagai sektor menengah dan besar.
Di samping itu, kata Sani, Pemprov Kepri juga tetap memperhatikan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di Kepri. Satu di antaranya, yakni lewat program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sani menjelaskan, program RTLH di semua kabupen/kota di Kepri sendiri sudah dilaksanakan sejak 2011-2013. Hasilnya, dari total 35.000 unit rumah, sekitar 12.000 di antaranya sudah terelisasi.
"Presentase angka kemiskinan Provinsi Kepri taun lalu mencapai 28 persen dan saat ini telah berkurang sehingga mencapai angka 18 persen. Untuk itu ini tugas kita bersama-sama. Saat ini juga kita sudah melakukan kerja sama dengan Menteri Perumahan Rakyat, diharapkan pada tahun 2015 program RTLH bisa rampung," harapnya.
Atas hal itu, Sani mengimbau kepada para Camat untuk dapat melakukan tugas dengan baik. Bekerja tanpa pamrih dan melayani masyarakat dengan baik pula.
Karimun Serap Rp147 Miliar
Dalam kesempatan itu, Sani juga membeberkan bantuan dari APBD Kepri di tahun 2013 yang diterima Pemkab Karimun adalah Rp147 miliar. Itu belum termasuk dengan rencana penambahan anggaran dari APBN sebesar Rp20 miliar, yang alokasinya untuk pembuatan tanggul pinggir laut di Pulau Kundur.
"Anggaran tersebut (Rp147 miliar, red) mencakup untuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata, serta termasuk insentif guru. Jadi ini yang akan kita lakukan dan perlu kita kawal bersama-sama," ucap Sani.
Sani juga menjelaskan ada delapan bidang yang jadi prioritas pembangunan pada 2014-2015. Salah satu yang menjadi andalan, yakni bidang pendidikan.
"Pendidikan merupakan investasi. Oleh karena itu infrastruktur (fasilitas pendidikan) harus terpenuhi dan tidak ada lagi anak-anak yang tak sekolah. Berdasarkan hasil kunjungan saya ke berbagai tempat, saat ini masih ada anak kita yang tak sekolah. Jadi para camat, lurah dan kepala desa ini tolong disisir mana rumah yang ada anaknya tidak sekolah," kata Sani memberi instruksi.
Selain itu, lanjutnya, seluruh wilayah Provinsi Kepri harus melaksanakan konsep sertifikasi guru. Dari D4 (diploma 4) ke jenjang S1 (sarjana). Ditargetkan sampai tahun 2016 semua guru sudah harus sarjana.
Tidak hanya itu, bidang kelautan dan perikanan juga menjadi sorotan Gubernur Kepri. Menurut Sani, Kabupaten Karimun memiliki potensi laut yang cukup baik.
"Selain itu dari segi perhubungan laut, sekarang sudah ada kapal roro ke Buton, ke Batam dan Tanjungpinang. Ini adalah upaya kita mensinergikan kemampuan yang ada dan memanfaatkan wilayah kita yang 96 persen adalah lautan atau hanya 4 persen merupakan daratan," kata Sani.
Saat ini pula, lanjut Sani, telah ada program rencana pembangunan merangkai pulau-pulau. Sehingga akses dari Sebele ke Pulau Papan kemudian dilanjutkan pula ke Pulau Kundur. Ini akan meningkatkan akses transportasi yang berujung kepada peningkatan ekonomi masyarakat.
"Dari Tanjungbatu nanti kita bisa ke wilayah Pulau Sumatera sana, ini perlahan kita bangun," ujarnya.
Bupati Karimun Nurdin Basirun menyambut baik pemparan dan arahan yang disampaikan Gubernur Kepri HM Sani. Ia juga sependapat bahwa peningkatan perekonomian masyarakat Karimun serta di Kepri secara keseluruhan menjadi prioritas.
"Pada intinya ekonomi masyarakat merupakan langkah awal yang perlu kita dongkrak. Sehingga angka kemiskinan pun akan berkurang," katanya.
Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur Kepri menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Nurussalam Kecamatan Kundur sebesar Rp1 miliar. Bantuan dari APBN 2013 itu, juga disalurkan kepada dua sekolah di Kabupaten Karimun berupa perangkat komputer, serta bantuan untuk penyandang cacat sebesar Rp3,5 juta. (gan)
- Pengusaha Batam Lirik Investasi di Karimun
- Guru Pengawas Ikut Tentukan Keberhasilan UN
- Lagi, Kapal Angkut Semen Tenggelam di Karimun
- Bupati Karimun Terkejut Warga Jual Hutan Bakau
- APBD Kundur Bisa Mencapai Rp500 M
- Perusda Karimun Tidak Kelola Air Bersih Lagi
- Bupati Karimun Imbau Tolak Guru Honor Titipan
- BLH Karimun Sebut Sengketa Nelayan Tidak Krusial




