Kejadian itu bermula ketika Bahrum hendak berangkat ke masjid mau melaksanakan ibadah sholat subuh. Namun begitu dirinya baru sampai di pintu depan, dirinya terkejut melihat meteran listrik yang terletak di dekat pintu depan rumahnya itu mengeluarkan api.
Karena takut api di meteran itu akan akan melebar kemana-mana dan bisa membakar rumahnya, maka lelaki tua itu dirinya segera menyiram meteran itu. Naasnya, meteran itu tiba-tiba meledak dan mengenai bagian tubuhnya hingga membakar bagian dada dan bahu Bahrum.
Ledakan itu membuat seisi rumah terkejut dan segera berhamburan keluar rumah. Mereka lebih terkejut lagi saat menyaksikan orang tua mereka sudah terbakar. Saat itu juga, Bahrum dibawa keluarganya berobat ke Pusat Kesehatan Keliling (Poskeskel) Teluk Setimbul, Kelurahan Pasir Panjang.
Dr Jhonny Indrajaya Saing selaku dokter yang menangani korban mengatakan, luka yang dialami korban cukup seirus dibagian dada dan bahu kanannya, selain itu masih ada luka-luka kecil di bagian tubuh lainnya. "Kalau saya lihat, lukanya mencapai 10 persen dari badannya," ungkap Jhonny.
Sebenarnya, sejak Jumat (5/4) meteran listrik di rumah Bahrum sudah mengalami kerusakan. Lalu dirinya menghubungi PLN. Esoknya, Bahrum kembali menghubungi PLN namun tidak juga datang. Hingga Minggu kemarin terjadi peristiwa meledaknya meteran itu.
Kepala PLN Ranting Tanjungbalai Karimun Nurkhalid ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang mendapat laporan adanya meteran warga yang rusak di Teluk Senang akibat tersambar petir. Begitu mendapat informasi, maka PLN segera ke rumah Bahrum untuk memperbaiki meteran yang rusak itu.
"Memang benar ada meteran pelanggan yang rusak akibat disambar petir di Teluk Senang akibat sambaran petir. Namun, setahu saya petugas kami sudah turun kesana untuk memperbaiki meteran itu. Kalau ternyata sekarang meledak saya sendiri tidak dapat kabar," ungkap Khalid. (ham)
- Pengusaha Batam Lirik Investasi di Karimun
- Guru Pengawas Ikut Tentukan Keberhasilan UN
- Lagi, Kapal Angkut Semen Tenggelam di Karimun
- Bupati Karimun Terkejut Warga Jual Hutan Bakau
- APBD Kundur Bisa Mencapai Rp500 M
- Perusda Karimun Tidak Kelola Air Bersih Lagi
- Bupati Karimun Imbau Tolak Guru Honor Titipan
- BLH Karimun Sebut Sengketa Nelayan Tidak Krusial




