Senin05132013

Last update02:00:00 AM

Back Karimun Lagi, Kapal Angkut Semen Tenggelam di Karimun

Lagi, Kapal Angkut Semen Tenggelam di Karimun

1.396 Sak Semen Tenggelam

KARIMUN (HK)- Peristiwa kapal pengangkut semen tenggelam kembali terjadi di perairan Karimun. Kapal Motor (KM) Cahaya Mandiri GT 33 muatan 1.396 sak semen saat tengah memuat semen di sekitar kolam bandar perairan Karimun, tak jauh dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tanjungbalai Karimun tiba-tiba saja tenggelam, Selasa (9/4) sekitar 09.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Empat anak buah kapal (ABK) selamat.

Informasi yang dihimpun, penyebab kapal KM Cahaya Mandiri tenggelam karena palka kayu di bagian haluan kapal tiba-tiba terlepas hingga menyebabkan air masuk ke dalam lambung kapal. Munagi, nakhoda dan seluruh kru kapal tak bisa berbuat banyak, ketika tiba-tiba saja air tiba-tiba sudah masuk ke dalam lambung kapal.

Munagi yang diwawancarai mengatakan, kejadian tenggelamnya kapal yang dinakhodainya itu terjadi sangat cepat. Sehingga tak satupun kru kapal bisa berbuat untuk menyelamatkan kapal itu.

"Kami sungguh tak menyangka, saat memuat semen tiba-tiba saja kayu di bagian palka terlepas dan menimbulkan lubang besar. Dari lubang itulah air dengan mudah memasuki lambung kapal hingga menyebabkan kapal tenggelam," ungkap Munagi.

Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Tanjungbalai Karimun Capt Gajah Rooseno mengatakan, kapal tersebut sebenarnya sedang loading untuk memuat 1.600 sak semen yang akan dibawa ke Tanjungsamak, Kabupaten Kepulauan Meranti. Namun, pada saat kapal baru tengah memuat 1.396 sak semen, tiba-tiba palka kapal terlepas hingga menyebabkan kapal tenggelam.

Menurutnya, kejadian tersebut murni kecelakaan laut yang terjadi di kolam bandar saat kapal sedang memuat semen. Nakhoda dan awak kapal sedang kami minta keterangan. "Kapal tersebut tenggelam bukan karena kelebihan kapasitas, tetapi karena pakal kayu copot," kata Rooseno.

Rooseno menambahkan, semua dokumen pelayaran sudah diterbitkan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan yang dipimpinnya itu. Namun, karena terjadinya kecelakaan, maka pihaknya tetap akan meminta keterangan dari awak kapal terutama kepada nakhoda kapalnya.

Sementara, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa menambahkan, begitu mengetahui adanya kapal tenggelam di sekitar kolam bandar perairan Tanjungbalai Karimun, pihaknya segera mengrimkan kapal patroli untuk upaya mengevakuasi awak kapal.

"Begitu kami memperoleh informasi adanya kecelakaan di laut berupa kapal tenggelam, maka kami langsung melakukan upaya pertolongan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan personel dan kapal patroli. Nakoda kapal Munagi dan empat awaknya berhasil diselamatkan, namun kapal dan muatannya tenggelam," tandasnya.

Sebelumnya, peristiwa tenggelamnya kapal pengangkut semen pernah terjadi pada 19 Januari 2013 lalu. Kapal Layar Motor (KLM) Rahim Jaya Abadi GT 116 bermuatan semen 6.387 sak tenggelam di perairan Tanjungsebatak, Pulau Karimun Besar.

Penyebab kapal dan muatannya tenggelam, karena haluan kapal pecah dihantam gelombang laut. Seketika air laut pun masuk ke lambung kapal hingga membu8at kapal tenggelam. Dalam kecelakaan itu, semua anak buah kapal dilaporkan selamat. (ham)

Share