Rencana investasi itu ditandai dengan kunjungan para pengusaha ke Karimun, Rabu (10/4). Rombongan pengusaha asal Batam itu datang bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri yang dipimpin Ketua Bidang Perdagangan Amat Tantoso. Hadir juga Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kepri, Ibnu Arif.
Menurut Amat Tantoso, pengusaha asal Batam yang mau berinvestasi di Karimun tersebut sebenarnya adalah putra Karimun. Sebagai putra daerah mereka sudah tahu kondisi Karimun.
Pengusaha yang datang terdiri dari pengusaha perhotelan, ekspor-import, jasa, properti, shipyard, handphone hingga pengusaha buah-buahan dan sayuran.
"Dengan berkiprahnya pengusaha lokal, maka investasi di Karimun akan semakin bergairah," kata Tantoso.
Sebelum mewujudkan niat investasinya, rombongan pengusaha asal Batam itu berdialog dengan Kepala Kantor Wilayah Khusus Direktorat Jenderal Bea Cukai Kepri, Heru Budi Wicaksono di ruang kerjanya terkait impor barang ke Karimun. Pasalnya, dua per tiga Pulau Karimun masuk dalam kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ).
Menurut Amat, karena perbedaan status FTZ Karimun berbeda dengan Batam yang seluruh pulaunya masuk dalam FTZ. Maka para pengusaha itu ingin mengetahui bagaimana tata cara pemasukan barang impor dengan kondisi seperti itu. Tujuannya, agar di kemudian hari impor barang tidak menjadi masalah bagi para pengusaha itu.
Heru Budi Wicaksono menjelaskan, regulasi barang impor di daerah FTZ melibatkan lintas sektoral seperti Bea Cukai, Dewan Kawasan yang mencakup Perindustrian dan Perdagangan. Selain FTZ, ada juga daerah Kawasan Berikat yang relugasinya cukup dengan Bea Cukai.
Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kepri Ibnu Arif menambahkan, setelah melakukan dialog dengan Kakanwil Khusus DJBC Kepri, sepertinya tak ada masalah karena sistem regulasi memang tidak menemui kendala. Namun, yang menjadi persoalan adalah status Pulau Karimun yang tidak semuanya masuk FTZ, sehingga menyulitkan impor barang ke Karimun.
Usai berkunjung ke Kanwil Khusus DJBC Kepri, rombongan pengusaha asal Batam berdialog dengan Bupati Karimun Nurdin Basirun yang didampingi Kepala Bappeda TS Arif Fadillah, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu M Tahar, Ketua BP Kawasan Karimun Cendra Nawazir, Ketua Kadin Karimun Sabari Basirun dan Ketua Apindo Dwi Untung di Kantor Bupati.
Bupati Nurdin Basirun menyambut baik rencana investasi pengusaha asal Batam ke Karimun tersebut. Dukungan itu diwujudkannya dengan mempermudah regulasi dan birokrasi bagi para pengusaha, penyediaan sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung di lahan yang menjadi tujuan investasi tersebut.
"Kami sangat mendukung rencana pengusaha asal Batam yang membuka peluang investasi di Karimun ini. Dengan adanya investasi ini, maka akan meningkatkan gairah pembangunan di daerah ini. Kami akan memberikan pelayanan yang baik dalam hal birokrasi kepada para pengusaha," sebut Nurdin. (ham)
- Kios BBM di Karimun Terbakar
- Soal UN Tiba di Karimun Hari Ini
- Bangkai Kapal KM Cahaya Mandiri Harus Diangkat
- 3277 RTSM Tambahan di Karimun Diusulkan Dapat Bantuan PKH
- Bupati Karimun Terkejut Warga Jual Hutan Bakau
- Lagi, Kapal Angkut Semen Tenggelam di Karimun
- Kepri Kejar Target Presiden
- Bahrum Terbakar Akibat Ledakan Meteran




