"Kami sudah urus ke Pertamina Batam, Medan dan Jakarta, sekarang lagi nunggu hasilnya," ujar salah seorang owner PT KBK, Amat Tantoso, Rabu (10/4).
"Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pihak PT Pertamina, mereka telah meninjau lokasi yang dijadikan sebagai lahan pendirian SPBU itu. Namun, sampai sekarang kami masih menunggu hasil tinjauan dari Pertamina itu, karena mereka belum berikan keterangan," ujar Amat.
Menurutnya, semua persyaratan pendirian SPBU tersebut sudah dikantongi PT KBK seperti dikantonginya semua izin prinsip dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Karimun, dan juga rekomendasi dari Bupati Karimun, termasuk juga penyediaan lahan untuk SPBU tersebut di pinggiran jalan lingkar.
Amat Tantoso berharap agar pihak Pertamina untuk secepatnya memproses pengajuan pendirian SPBU karena secara prinsip Pemkab Karimun melalui Bupati telah memberikan izin, dan semua persyaratan lain juga sudah dipenuhi pihak perusahaan.
Sebelumnya, rencana pembangunan SPBU oleh PT KBK sudah mendapat respon positif dari Pemkab melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT). Surat rekomendasinya sudah diterbitkan BPMPT dengan nomor 016.A/BPT/I/2013.
Direktur Utama PT KBK Sudirman menyampaikan respon dari Pemkab Karimun itu beberapa waktu lalu yang didampingi Kepala BPMPT, Muhammad Tahar, Ketua Komisi C DPRD Karimun mewakili lembaga DPRD Rocky Marciano Bawole, dari Kadin hadir Ery Januardin dan Amril Tanjung, kontraktor Amir Aca serta LSM Lpani Yustisia Abdul Rahman mewakili masyarakat di Tanjungbalai Karimun.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah Karimun sehingga terbitnya surat rekomendasi ini. Selain itu, kami juga meminta dukungan penuh dari masyarakat Karimun agar SPBU ini segera terwujud. Sehingga, diharapkan bisa mengatasi persoalan kelangkaan BBM di Karimun ini," kata Sudirman.
Menurutnya, lokasi yang akan digunakan untuk SPBU nanti akan menggunakan lahan seluas 1,4 hektar. Lokasi yang dipilih tidak terlalu jauh dari pusat kota Tanjungbalai yakni hanya sekitar 3-4 kilometer, sehingga akses jalan memungkinkan terjangkau dari berbagai penjuru Karimun. Lokasi tersebut juga belum menjadi kawasan pemukiman penduduk.
"Pendirian SPBU di sekitar jalan lingkar itu sudah sesuai dengan RTRW Karimun. Jika ada SPBU disana, bisa dipastikan tidak akan menimbulkan antrian karena disana jalannya dua jalur. Kami hanya berharap, dengan penambahan SPBU nantinya tidak akan ada antrian lagi dalam pengisian BBM. Kasihan masyarakat," kata Sudirman. (ham)
Share
Newer news items:
- Kios BBM di Karimun Terbakar
- Soal UN Tiba di Karimun Hari Ini
- Bangkai Kapal KM Cahaya Mandiri Harus Diangkat
- 3277 RTSM Tambahan di Karimun Diusulkan Dapat Bantuan PKH
Older news items:
- Bupati Karimun Terkejut Warga Jual Hutan Bakau
- Lagi, Kapal Angkut Semen Tenggelam di Karimun
- Kepri Kejar Target Presiden
- Bahrum Terbakar Akibat Ledakan Meteran




