Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Syafruddin Abdul Rochim mengatakan, jumlah penambahan tersebut tersebar dari empat kecamatan yang memang belum tersentuh PKH. Tahun 2013 diusulkan melalui Bupati Karimun Nurdin Basirun kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemensos.
Dalam usulan tersebut kata Syafruddin, di setiap kecamatan memang disertakan berapa banyak penerima disetiap, sehingga didapatlah data penerima sebanyak 3277 RTSM dalam usulan untuk mendapatkan bantuan PKH dari Dinas Sosial, yang merupakan perpanjangan tangan dari Kemensos.
Adapun rincian usulan sekaligus jumlah RTSM perkecamatan yang nantinya bakal menerima PKH antara lain adalah Kecamatan Durai 393 RTSM, Kecamatan Kundur Barat 1320 RTSM, Kecamatan Karimun 951 RTSM dan Kecamatan Tebing 613 RTSM.
Dijelaskan Syafruddin, waktu pertama kali PKH berjalan di Kabupaten Karimun pada akhir 2012 lalu, jumlah kecamatan masih ada sembilan. Sedangkan penerima bantuan dari Kemensos tersebut hanya ditetapkan sebanyak lima kecamatan, sedangkan sisa dari empat kecamatan lagi akan menyusul pada tahun berikutnya.
"Untuk itu pada PKH tahun 2013 ini kita kembali mengusulkan PKH di empat kecamatan yang tidak menerima sebelumnya. Sehingga seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun saat ini telah mendapatkan PKH," jelas Syafruddin, Kamis (11/4).
Dikatakannya pula, untuk tiga kecamatan pemekaran yakni Kecamatan Meral Barat, Kecamatan Ungar dan Kecamatan Belat akan ikut ke kecamatan induk. Karena data yang diperoleh bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu mereka melakukan sensus di Kabupaten Karimun cuma ada sembilan kecamatan, sehingga itu patokan yang dijalankan Dinsos. Dalam artian, meski ada data penerimah di wilayah kecamatan pemekaran, maka akan ikut ke kecamatan sebelum pemekaran, sehingga semua kecamatan kebagian.
Kendati demikian, belum diketahui berapa besaran anggaran yang akan dikucurkan jika usulan penerima PKH untuk empat kecamatan dipenuhi Kemensos.
Pada 17 hingga 19 April ini lanjut Syafruddin, akan digelar rakor dari Kemensos di Kota Batam. Dengan salah satu agenda yaitu pembahasan PKH dan dihadiri oleh para peserta dari seluruh Indonesia.
"Disitu akan dibahas mengenai keluarga miskin yang telah berjalan melalui PKH khususnya di Kepri. Dalam rakor itu nanti akan kita laporkan kalau PKH di Karimun sudah berjalan dengan baik. Untuk tahun 2012 program tersebut selesai. Sekarang kita mulai lagi kepada tri wulan pertama ditahun 2013. Pada April ini juga akan diserahkan dana bagi penerima di lima Kecamatan yang telah disetujui pada usulan tahun 2012 lalu," kata Syafruddin.
Sebelumnya pada tahun 2012 kemarin, sebanyak 658 RTSM di Kabupaten Karimun mendapatkan jatah PKH dari Kementerian Sosial. Masing-masing akan mendapatkan jatah sebesar Rp2,2 juta per tahun. Dengan demikian akan ada kucuran dana sebesar Rp1,4 miliar. Dan anggaran tersebut diperuntukkan bagi pendidikan dan kesehatan. Sehingga yang mengkoordinir keuangan penerima PKH adala istri atau ibu rumah tangga di RSTM sang penerima.
Lima kecamatan sebelumnya yang telah menerima bantuan PKH dari Kemensos melalui Dinsos Kabupaten Karimun antara lain adalah Kecmatan Moro 143 RTSM, Kecamatan Kundur 120 RTSM, Kecamatan Kundur Utara 116 RTSM, Kecamatan Buru 138 RTSM dan Kecamatan Meral 141 RTSM.
Jika usulan penerima PKH untuk empat kecamatan pada tahun 2013 ini disetujui Kemensos, maka total keseluruhan penerima PKH se Kabupaten Karimun mencapai 3935 RTSM.
Sudah Mulai Mapan
Syafruddin juga menjelaskan perkembangan PKH yang baru berjalan perdana pada akhir 2012 kemarin. Menurutnya saat ini sudah ada perubahan yang cukup baik. Dimana didapati seorang penerima di Kecamatan Buru yang kondisinya saat ini telah berubah total, dari tidak mampu sekarng sudah jadi keluarga yang cukup mapan dan tidak lagi berstatus RTSM.
"Penerimanya bernama Faridah dan suaminya bernama Bahagia, mereka memiliki tiga orang anak, satu sekolah SD, satu SMA dan satu lagi sudah tidak sekolah berusia 21 tahun. Sewaktu kita kasi bantuan dari PKH dia malah bertanya, kok masih diberi bantuan, kan sudah mampu. Atas hal ini kita juga cukup bangga karena keluarga mereka mengaku sudah cukup baik kehidupannya dan masih ada yang berhak menerima," ucap Syafruddin.
Menurut Syafruddin, memang sewaktu kondisinya masih memprihatinkan dan kebetulan ada program dari Kemensos, maka keluarga Farida merupakan salah seorang RTSM penerima bantuan. Waktu itu Bahagia yang merupakan suaminya bekerja di Malaysia. Namun sekarang kehidupan mereka sudah mencukupi dan memiliki dua unit pompong yang digunakan untuk menjaring ikan.(gan)
- 286 Kardus Soal UN SMA Tiba di Karimun
- 11 Orang Sakit Jiwa Dikirim ke RSJ
- 'Lanal Karimun di Bom'
- Kios BBM di Karimun Terbakar
- Guru Pengawas Ikut Tentukan Keberhasilan UN
- Pengusaha Batam Lirik Investasi di Karimun
- Moro Tidak Masuk Kabupaten Kundur
- SPBU Baru Tunggu Izin Pertamina




