"Diprediksikan soal UN tiba di Karimun sekitar pukul 11.00 WIB dengan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian. Selanjutnya akan dilakukan bongkar muat di Pelabuhan Kolong Kecamatan Karimun," ujar Bakri, Kamis (11/4).
Soal-soal tersebut menurut Bakti memang harus dititipkan di Polres untuk menjaga keamanan dan kerahasiaannya. Setelah diinapkan, pada Sabtu pagi (13/4) soal UN untuk di pulau-pulau akan didistribusikan yang juga dikawal oleh kepolisian sampai ketempat tujuan. Setibanya dilokasi, soal itu juga dititipkan di Polsek setempat
Sedangkan soal UN untuk empat kecamatan di Karimun, masing-masing Kecamatan Meral, Kecamatan Meral Barat, Kecamatan Tebing, Kecamatan Karimun, tetap diamankan di Polres Karimun sampai UN selesai.
Dalam pengambilan soal lanjut Bakri, akan ada petugas khusus dari setiap sekolah dan setiap hari akan diambil sesuai mata pelajaran yang di UN-kan. Setelah selesai UN maka lembar jawaban beserta soal akan disimpan lagi di Polres dan Polsek setempat. Selanjutnya data-data UN (soal dan lembar jawaban siswa) langsung dipersiapkan untuk dikirim lagi ke Polres kemudian dikirim ke Provinsi.
Adapun jumlah peserta yang akan mengikuti UN tingkat SMA se Kabupaten Karimun sebanyak 2905 orang dan diikuti oleh 29 sekolah. Dengan rincian antara lain, untuk SMA sebanyak 17 sekolah dan ruangan yang digunakan sebanyak 124, serta diawasi oleh pengawas silang sebanyak 248 orang. Untuk Madrasah Aliyah (MA) ada empat sekolah dengan menggunakan 12 ruangan dan diawasi 24 pengawas silang.
Sementara untuk SMK, diikuti sebanyak enam sekolah dan membutuhkan 38 ruangan yang diawasi oleh 76 pengawas silang. Tidak hanya itu, siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) pun ikut menjadi peserta sebanyak dua sekolah, yang juga menggunakan dua ruangan serta empat pengawas.
Bakri Hasyim juga mengajak pihak PLN untuk bekerjasama dalam menyukseskan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Karimun. Kerjasama yang dimaksud yakni selama pelaksanaan UN pihak pengelola kelistrikan diharapkan tidak memadamkan listrik sehingga tidak mengganggu konsentrasi belajar para siswa peserta UN.
Disamping itu pula, para pelajar yang menjadi peserta UN untuk dapat menjaga kesehatan. Ia juga menghimbau kepada para orang tua untuk dapat menjaga anak-anaknya agar tidak terlibat kenakalan remaja. Karena pelaksanaan UN tinggal hitungan hari lagi.
"Kita perlu mengontrol lebih ketat terutama saat malam hari, ini juga untuk kebaikan anak. Dan para peserta UN agar dapat memanfaatkan sisa waktu menjelang pelaksanaan UN dengan baik, belajarlah lebih giat lagi," harap Bakri.(gan)
- 286 Kardus Soal UN SMA Tiba di Karimun
- 11 Orang Sakit Jiwa Dikirim ke RSJ
- 'Lanal Karimun di Bom'
- Kios BBM di Karimun Terbakar
- Guru Pengawas Ikut Tentukan Keberhasilan UN
- Pengusaha Batam Lirik Investasi di Karimun
- Moro Tidak Masuk Kabupaten Kundur
- SPBU Baru Tunggu Izin Pertamina



