Pengeboman ini berawal ketika pasukan sedang menghalau dan memukul mundur aksi demo yang dilakukan ratusan massa di Lanal tersebut.
Tiba-tiba petugas Lanal di Leho memberikan laporan kalau ada pesawat tempur asing memasuki wilayah Karimun. Pasukan dengan sigap langsung menyiapkan semua peralatan tempur untuk menghalau pesawat asing tersebut.
Selang beberapa menit kemudian, pesawat tempur berhasil ditembak jatuh di tengah laut. Namun naas, sebelum jatuh, pesawat tempur asing ini sempat memuntahkan rudal hingga menghantam salah satu bangunan di Mako Lanal dan menyebabkan terjadinya kebakaran.
Prajurit dibantu petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Karimun segera memadamkan api. Hanya butuh waktu 10 menit, bangunan yang terbakar itu dapat diatasi.
Rangkaian peristiwa ini bukanlah kejadian sesungguhnya, tapi simulasi yang dilakukan untuk menguji ketahanan pangkalan TNI AL Tanjungbalai Karimun.
Simulasi ini melibatkan seluruh prajurit Lanal Karimun dan petugas pemadam kebakaran Pemkab Karimun serta petugas medis dari Puskesmas Tanjungbalai Karimun.
Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Sawa mengatakan, kegiatan simulasi tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar Tim Komando Latihan (Kolat) Armabar. Sebelum di Lanal Karimun, latihan ini juga terlebih dulu digelar Lanal Batam, Lantamal IV Tanjungpinang, Lanal Dabo Singkep.
"Kegiatan ini diikuti seluruh prajurit di Lanal Tanjungbalai Karimun yang dipimpin oleh Dankolat Armabar Kolonel Laut (P) Yudo Margono. Tujuannya untuk menguji ketahanan pangkalan, apalagi Karimun berada di daerah perbatasan dua negara asing Singapura dan Malaysia," kata Sawa. (ham)
- Festival Lagu Tahun 60 Dinilai Mubazir
- 2905 Peserta Siap Ikut UN Hari Ini di Karimun
- Kuota Haji 10 Tahun Kedepan Sudah Penuh
- PT KSS Karimun Diduga Timbun Limbah B3
- 3277 RTSM Tambahan di Karimun Diusulkan Dapat Bantuan PKH
- Bangkai Kapal KM Cahaya Mandiri Harus Diangkat
- Soal UN Tiba di Karimun Hari Ini
- Guru Pengawas Ikut Tentukan Keberhasilan UN




