Seketika itu juga langsung dilakukan bongkar di Pelabuhan KPK (Boom Panjang). Selanjutnya soal tersebut diinapkan di Mapolres Karimun untuk menjaga kerahasiaannya agar terhindar dari kebocoran.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim menyaksikan secara langsung penurunan kardus berisi soal di pelabuhan. Ia menyatakan bahwa mustahil jika ada soal yang bocor.
Bakri membeberkan penjagaan kerahasiaan soal UN tersebut memang betul-betul ketat. Mulai dari pengirimannya ke Karimun, yang selanjutnya diinapkan ke Polres dan di Polsek.
Sedangkan sistim pengambilan soal kata Bakri, dilakukan setiap hari dan tidak boleh lebih. Dicontohkannya, jika hari Senin mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indoensia, maka hari itu hanya soal Bahasa Indonesia saja yang diambil, kemudian keesokan harinya juga sama seperti itu sampai berakhirnya pelaksanaan UN.
Tidak hanya itu, paket soal UN untuk tahun ini lebih banyak dari tahun lalu, yakni mencapai 20 paket. Sedangkan tahun lalu hanya lima paket. Artinya, didalam satu ruangan berjumlah 20 peserta UN dan masing-masing mereka akan mendapatkan paket soal yang berbeda-beda. Sehingga kesempatan dalam mencontek atau melakukan kerjasama untuk menjawab soal dipastikan tidak akan terjadi. Demikian pula mengenai bocornya kunci jawaban.
"Kalau mau bocor pun paling tidak harus ada 20 paket soal harus ada ditangan. Jadi ini yang membuat kita yakin kalau soal UN tidak akan bocor. Untuk itu para siswa jangan menghiraukan jika ada isu atau informasi mengenai kunci jawaban UN, kan paketnya ada 20 jadi sulit mempercayainya," jelas Bakri.
Selain itu pula, Bakri mengaku kunci gudang tempat penyimpanan soal UN di Polres Karimun dipegang oleh dua pihak, yakni Polisi dan Dinas Pendidikan. Sehingga akan lebih mempersulit dan mustahil jika ada soal atau kunci jawaban yang bocor.
"Semua soal UN dititipkan di Polres Karimun. Rencananya sabtu besok (hari ini) akan kita distribusian ke pulau-pulau dengan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian," ujar Bakri.
Mengenai sistim pengawasan kata Bakri, sama seperti pelaksanaan UN tahun lalu. Yakni menggunakan pengawas silang. Namun untuk guru bidang studi dilarang menjadi pengawas. Selain itu, guru yang mengajar di suatu sekolah tidak boleh menjadi pengawasi di sekolah tempat ia mengajar.
Bakri juga mengatakan, pelaksanaan UN untuk siswa SMA akan berlangsung pada 15 hingga 18 April mendatang. Tidak ada pengurangan jumlah peserta UN. Sampai saat ini masih 2905 siswa dari 29 sekolah.
Untuk menjaga kerahasiaan soal UN tersebut dan sebagai bentuk tanggungjawab Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, melalui Kepala Bidang Pendidikan Menegah dan Perguruan Tinggi (Dikmenti), Muhammad Dali pun ikut mengawalnya sampai tiba di Karimun dan langsung dilakukan serah terima di Mapolres Karimun kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.
Ada perbedaan pengiriman paket soal UN dari tahun ke tahun. Untuk saat ini pengirimannya dilakukan pemisahan berdasarkan nama sekolah, jurusan dan mata pelajaran. Yang selanjutnya dimasukkan kedalam map coklat dan terakhir dikemas kedalam kardus kemudian diikat serta ditempel kertas bertuliskan Dokumen Negara.(gan)
- Festival Lagu Tahun 60 Dinilai Mubazir
- 2905 Peserta Siap Ikut UN Hari Ini di Karimun
- Kuota Haji 10 Tahun Kedepan Sudah Penuh
- PT KSS Karimun Diduga Timbun Limbah B3
- 3277 RTSM Tambahan di Karimun Diusulkan Dapat Bantuan PKH
- Bangkai Kapal KM Cahaya Mandiri Harus Diangkat
- Soal UN Tiba di Karimun Hari Ini
- Guru Pengawas Ikut Tentukan Keberhasilan UN




