Rabu04172013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun 2905 Peserta Siap Ikut UN Hari Ini di Karimun

2905 Peserta Siap Ikut UN Hari Ini di Karimun

KARIMUN (HK) - Sekretaris Disdik Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim mengatakan, baik pihak pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan sudah siap seratus persen untuk menggelar ujian nasional (UN) hari ini.

"Sampai saat ini sudah tidak ada masalah, semua sekolah sudah selesai menyiapkan bangku dan nomor ujian peserta UN. Tinggal menunggu pelaksanaannya saja besok dan seluruh siswa SMA sederajat berjumlah 2905 orang dinyatakan siap," ujar Bakri, Minggu (14/4).

Lebih lanjut dikatakan Bakri, berhubung waktu pelaksanaannya dipercepat dari pada tahun lalu, yakni jam masuk ke ruang ujian tepat pukul 07.00 WIB dan pukul 07.30 WIB para peserta sudah mengerjakan soal, sehingga tidak ada dilakukan pemberian motovasi oleh Bupati dan Wakil Bupati Karimun.

Kendati demikian lanjut Bakri, akan ada tinjauan oleh kepala daerah ke sekolah-sekolah, yang sifatnya hanya sebatas melihat situasi UN dan berdiskusi dengan pihak sekolah. Mengenai sekolah mana saja yang akan ditinjau, Bakri mengaku belum mendapatkan jadwal pasti. Namun sekitar pukul 06.30 WIB diperkirakan sudah akan bergerak menuju sekolah-sekolah, atau sebelum peserta UN masuk kedalam ruangan.

Mengenai kerahasiaan soal-soal UN yang saat ini tetap tersimpan di Polres Karimun dan Polsek. Bakri mengaku yakin tidak akan ada kebocoran soal atau kebocoran kunci jawaban. Karena dilakukan dengan pengawasan ganda. Artinya pihak polisi memegang satu kunci gudang tempat penyimpanan soal dan pihak Disdik juga memegang satu kunci. Sehingga jika misalnya hanya satu pihak saja yang membuka gudang, maka masih ada satu kunci lagi yang harus dibuka dan dipegang oleh salah satu instansi tersebut.

Adapun mata pelajaran yang akan diujikan selama empat hari berturut-turut antara lain adalah, Senin (hari ini) mata pelajaran Bahasa Indonesia, Selasa (16/4) mata pelajaran Bahasa Inggris, Rabu (17/4) mata pelajaran Matematika dan Kamis (18/4) mata pelajaran IPA untuk jurusan IPA serta IPS untuk siswa jurusan IPS.

Sedangkan jumlah peserta yang akan mengikuti UN tingkat SMA se Kabupaten Karimun sebanyak 2905 orang dan diikuti oleh 29 sekolah. Dengan rincian antara lain, untuk SMA sebanyak 17 sekolah dan ruangan yang digunakan sebanyak 124, serta diawasi oleh pengawas silang sebanyak 248 orang. Untuk Madrasah Aliyah (MA) ada empat sekolah dengan menggunakan 12 ruangan dan diawasi 24 pengawas silang.

Sementara untuk SMK, diikuti sebanyak enam sekolah dan membutuhkan 38 ruangan yang diawasi oleh 76 pengawas silang. Tidak hanya itu, siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) pun ikut menjadi peserta sebanyak dua sekolah, yang juga menggunakan dua ruangan serta empat pengawas.

Wali Murid Khawatir


Salah seorang wali murid di Kundur mengaku sangat prihatin dengan pengawas independen UN dari kampus UK. Ia khawari pelaksanaan UN bakal terganggu karena selam ini ada ketidakcocokan antara Dinas Pendidikan dengan UK mengenai masalah kejanggalan pokja pendidikan inklusif di kampus tersebut.

"Sehingga dalam hal ini dikhawatirkan pelaksanaan UN tahun 2013 ini terganggu. Apa lagi ada tim pengawas independen yang rangkap tugas atas nama Azrani Syahputra," ujar salah seorang wali murid di Kundur yang enggan disebutkan namanya, Minggu kemarin (14/4) kepada Haluan Kepri.

Rangkap tugas yang dimaksud oleh wali murid tersebut adalah, pengawas independen bernama Azrani Syahputra ditugaskan di SMKN 1 Moro. Namun ia juga bertugas sebagai pengawas independen di SMAN 4 Kundur pada hari yang sama.

Dalam hal ini kata wali murid tersebut, bagaimana akan menjalankan tugas dihari dan waktu yang sama, sedangkan tugasnya berada di dua tempat dan pulau yang berbeda. Untuk itu Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun perlu menindaklanjuti agar keresahan para orang tua tidak terjadi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim ketika dikonfirmasi terkait adanya pengawas independen yang rangkap kerja mengatakan, itu jelas tidak boleh karena mengganggu kinerja. Kendati demikian, Bakri mengaku tidak mengetahui seperti apa petunjuk teknis (juknis) bagi pengawas independen tersebut.(gan)

Share