Pihaknya terpaksa berkoordinasi dengan Disdik Provinsi Kepri untuk segera mengirimkan paket soal yang belum lengkap. Kekurangan soal menurut Bakri tidak banyak, hanya hanya dua soal dan itu juga bisa diatasi, sehingga siswa mengikuti UN tanpa ada kendala.
Adapun jenis soal yang dianggap kurangan adalah dari mata pelajaran Kimia dan Bahasa Indonesia. Sedangkan sekolah yang mengalami hal tersebut terdapat di SMAN 2 Kundur dan SMAN 3 Kundur.
"Alhamdulillah bisa diatasi dan Disdik Provinsi langsung mengirimkan paket soal yang masih kurang tersebut. Proses pengirimannya pun tetap dikawal oleh aparat kepolisian," ujar Bakri.
Ditanya bagaimana cara mengetahui jumlah kekurangan paket soal, sementara keberadaan soal UN disegel didalam map yang kemudian dibungkus menggunakan kardus. Dalam hal ini Bakri pun mengaku bahwa diluar kardus soal UN tertera jumlah paket soal dan jenis mata pelajaran, sehingga setelah dihitung dalam pendistribusian soal di Kundur, ternyata mengalami kekurangan.(gan)
Bupati Tinjau
Bupati Karimun, Nurdin Basirun menyempatkan diri meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) hari pertama pada sejumlah sekolah, Senin (15/4). Bahkan orang nomor satu di Karimun itu pun sempat mendatangi ruangan kelas pelaksanaan UN. Beberapa saat sebelum siswa mulai berkonsentrasi dalam mengerjakan soal, Nurdin pun memberikan semangat kepada para peserta.
"Mohon maaf saya minta izin waktu setengah menit saja. Anak-anak, hari ini kalian mengerjakan soal UN, harus betul-betul konsentrasi dan tetap berdoa serta yakin pasti bisa jadi yang terbaik," kata Nurdin disalah satu ruangan UN di SMAN 1 Karimun sebelum bel tanda siswa mengerjakan soal.
Bahkan Nurdin mengaku kepada wartawan bakal memberikan sagu hati atau hadiah bagi siswa yang berprestasi, seperti ada anak Kabupaten Karimun mendapatkan nilai tertinggi 10 besar se Kepri, atau sekolah yang lulus 100 persen.
"Kalau yang gitu-gitu saya suka, karena ini untuk memotivasi siswa. Meskipun tidak ada pemberitahuan sebelumnya bahwa akan ada hadiah bagi yang berprestasi, tapi dalam hati saya tetap mengatakan akan memberikan mereka reward," ucap Nurdin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, MS Sudarmadi mengatakan, pelaksanaan UN pada hari pertama kemarin diikuti oleh 2905 orang peserta, dengan nilai yang harus dicapai adalah 5,5.
Nilai kelulusan 5,5 persen tersebut menurut Sudarmadi, akan diperoleh dari 60 persen nilai sekolah yang terdiri dari nilai rapor mulai smester satu dan sudah dikumpulkan, kemudian digabung dengan nilai UN sebesar 40 persen, sehingga hasilnya akan ketahuan dan itu tidak bisa dibhongi.
Ditanya target kelulusan, Sudarmadi mengaku tidak bisa berandai-andai, namun paling tidak bisa menyamai atau lebih tinggi dari hasil UN tahun lalu.
"Kita tidak bisa berandai-andai dan memang maunya ya setinggi-tingginya. Tapi paling tidak bisa seperti tahun lalu sekitar 98 persen nilai kelulusan," ujarnya.
Pada pelaksanaan UN saat ini lanjut Sudarmadi, ada kesempatan masyarakat untuk mengikuti ujian paket C, yang juga dilaksanakan serentak dengan UN dihari pertama kemarin.
Adapun jumlah peserta ujian paket C kata Sudarmadi mencapai sekitar 200 orang lebih, yang lokasi pelaksanaannya ditempatkan di tiga titik. Yakni di Kecamatan Karimun, Kecamatan Meral tepatnya di Sungai Pasir dan di Kecamatan Kundur.
"Kalau di Karimun kan dari Buru, Pulau Parit bisa ikut kesini. Sedangkan di Kundur dari Durai, Moro datau pulau-pulau disekitarnya juga kesana, makanya kita gelar di tiga titik," katanya.
Dalam tinjauan Nurdin di SMAN 1 Karimun tersebut, didapati jumlah peserta UN mencapai 235 siswa, dengan menggunakan 14 lokal. 105 siswa dari jurusan IPA dengan menggunakan enam ruangan dan 148 peserta dari jurusan IPS dengan menggunakan delapan ruangan.(gan)
- TNI-Polri Jaga Kekompakan
- Tidak Bisa Jawab Soal Siswa Menangis
- 8.000 Naker Karimun Ikut Jamsostek
- DPRD Karimun Minta PT KSS Diberi Sanksi
- PT KSS Karimun Diduga Timbun Limbah B3
- Kuota Haji 10 Tahun Kedepan Sudah Penuh
- 2905 Peserta Siap Ikut UN Hari Ini di Karimun
- Festival Lagu Tahun 60 Dinilai Mubazir




