Jumat05172013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Tidak Bisa Jawab Soal Siswa Menangis

Tidak Bisa Jawab Soal Siswa Menangis

Hari Kedua UN SMA

KUNDUR (HK) - Dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat, siswa menghadapi sejumlah persoalan diantaranya soal yang dinilai cukup sulit, dan mengisi jawaban pada lembar jawaban yang salah.

Hal ini membuat para peserta UN menjadi tegang dan beberapa diantaranya meluapkannya dengan menangis karena tidak bisa jawab soal dan takut tak lulus.

Muslifah, yang merupakan salah seorang siswa di SMAN 1 Kundur mengaku, pada Senin kemarin (15/4) terdapat lembah jawaban UN yang salah. Padahal siswa telah mengerjakan soal lebih dari setengah.

"Senin kemarin ujiannya Bahasa Indonesia, tapi ada kawan saya kebagian lembar jawaban Bahasa Inggris. Dia dah isi lebih dari setengah dan ternyata baru diketahui kalau dapat lembar jawaban yang salah. Bahkan sempat menangis, mau tak mau ya di isi ulang menggunakan lembar jawaban Bahasa Indonesia," ujar siswi jurusan IPA 3 ini, Selasa (16/4).

Mengenai soal dari setiap mata pelajaran yang diujikan, Muslifah mengaku cukup jelas. Hanya saja untuk menjawabnya ternyata cukup kesulitan. Materi yang diujikan memang terbilang sulit.

"Apa lagi dihari kedua kemarin yang diujikan adalah mata pelajaran Fisika untuk jurusan IPA dan Ekonomi untuk jurusan IPS. Banyak anak-anak IPS yang mengaku nangis karena kesulitan dan tidak dapat jawab, mereka takut tidak lulus," ucapnya.

Kalau situasi dalam pelaksanaan UN menurut Muslifah cukup tertib dan tidak ada gangguan apapun. Bahkan guru pengawas silang selalu mengingatkan agar mengisi biodata dengan baik dan benar, dan mengecek lebih teliti lagi lembah jawaban yang sudah diisi.

Kesulitan pun turut dirasakan oleh Ayu Dwi Mutia, yang merupakan salah seorang siswi di SMAN 4 Kundur. Menurutnya dalam pelaksanaan UN yang diikutinya terdapat kesulitan dalam menjawab soal, terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Menurut Ayu, soal Bahasa Indonesia terlalu panjang dalam menjabarkan, apa lagi ada soal cerita. Sehingga membingungan untuk dijawab. "Tapi pada dasarnya semua soal dapat dikerjakan sampai selesai," katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim mengatakan, kesulitan itu adalah relatif. Sedangkan materi yang diujikan adalah memang dari pusat.

"Kita tidak ada campur tangan dalam konspe pembuatan soal. Ini kan tingkat nasional, jadi kalau dibilang susah saya pikir itu relatif," ucapnya.

Mengenai proses berlangsungnya UN dihari kedua kemarin, Bakri mengaku berjalan lancar dan pada umumnya tetap aman dan tidak ada kendala apapun.(gani)

Share