KUNDUR (HK) - Meski sempat mengikuti ujian nasional (UN) dan mengerjakan soal di atas kasur Klinik Andini, namun Ericon, siswa SMK Budhi Mulya tidak dapat mengikuti ujian lebih lanjut menyusul dirujuk ke RS Awal Bros, Selasa (16/4).
"Satu orang siswa kami terpaksa tidak ikut UN lantaran sakit. Surat keterangan sakit dari dokter sudah kami terima. Meski sebelumnya yang bersangkutan sempat ikut dan mengerjakan soal, namun hari ini Ericson dirujuk ke RSOB," kata Kepala SMK Budhi Mulya Kundur, Zulfakar, Selasa (16/4).
Zulfakar juga mengatakan, panitia UN tetap memberikan kesempatan ujian susulan bagi siswa yang berhalangan, terutama untuk yang sakit. Mengingat penyebab sulitnya siswa baginya untuk melaksanakan UN karena alasan kondisi kesehatan.
"Kami sudah memberikan kesempatan untuk mengikuti ujian tempat dimana dia dirawat pada hari pertama pelaksanaan UN. Namun kondisi Ericson tak kunjung ada perubahan sehingga harus dirujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Batam dan tidak bisa mengikuti UN. Semoga siswa kami ini cepat sembuh dan bisa konsentrasi untuk mempersiapkan ujian susulan," harapnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kundur, HM Taher mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti UN di wilayah Kecamatan Kundur sebanyak 515 siswa, yang berasal dari SMA, SMK dan MA yang ada di Kundur dan Kecamatan Ungar. Namun hanya satu siswa yang tidak mengikuti UN dikarenakan kondisi sakit. Sehingga jumlahnya berkurang menjadi 514 siswa.
"Kita juga memerikan kesempatan bagi siswa yang sakit tersebut untuk mengikuti UN susulan pada 22 sampai 24 April mendatang. Pelaksanaannya nantinya bertempat di sekolah bersangkutan dan juga akan disaksikan oleh pengawas silang," ungkap Taher.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim mengatakan, Ericson memang sempat ikut UN penuh dihari pertama, namun dihari kedua tak bisa melanjutkan karena harus dirawat di Batam.
"Dengan demikian dia terpaksa ikut UN susulan seminggu setelah UN penuh ini berlangsung, atau tepatnya Senin depan (22/4). Kalau dia sudah ikut pada Senin kemarin, maka hanya tiga hari saja dia harus ikut," kata Bakri.
Kalau pada saat UN susulan siswa yang bersangkutan masih belum bisa memungkinkan untuk ikut, maka dinyatakan gugur atau tidak lulus.
Namun demikian, Bakri mengaku bakal mengkonfirmasikan terlebih dahulu kepada pihak keluarga dari Ericson sehari menjelang UN susulan. Apakah sanggup mengikuti atau tidak itu tergantung dari orang tuanya. Bakri juga mengatakan, jika tidak bisa ikut UN susulan, maka akan ada ujian paket C sehingga hal itu bisa diikuti oleh siapapun.
Sebelumnya, Ericson, siswa SMK Budhi Mulia di Kundur yang sedang sakit terpaksa mengerjakan soal ujian nasional (UN) di atas kasur ruang rawat Klinik Andini , Senin kemarin (15/4).
Sudah dua hari sejak Minggu(14/4) sore, Ericson dirawat di Klinik Andini Tanjung Batu karena sakit yang diderita, yakni infeksi saluran kantong kemih. Namun pada saat pelaksanaan UN di hari pertama, siswa Jurusan Penjualan di SMK Budhi Mulia ini mengaku kuat dan tetap siap mengerjakan soal meski kondisinya sedang sakit.
Kepala SMK Budhi Mulia, Zulfakar kepada wartawan mengatakan, Ericson memang telah terdaftar sebagai peserta UN disekolah tersebut dengan nomor 04-304-099-6 dan akan menempati ruang V. Namun tak disangka sehari menjelang pelaksanaan UN, anak didiknya itu terpaksa dirawat di Klinik Andini.(gani)
- Bupati Kukuhkan FPK Karimun
- Jumlah Kawin Cerai PNS Karimun Didominasi Oknum Guru
- Mantan Residivis Narkoba Ditangkap
- Kisah Pengajar di Sekolah Hinterland
- DPRD Karimun Minta PT KSS Diberi Sanksi
- 8.000 Naker Karimun Ikut Jamsostek
- Tidak Bisa Jawab Soal Siswa Menangis
- TNI-Polri Jaga Kekompakan




