"Wilayah kita terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan agama, yang masing-masing memiliki wadah. Untuk itu tanpa tawar-tawar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati," ujar Nurdin saat menghadiri pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Karimun, di gedung Rumpun Melayu Bersatu (RMB), Kamis (18/4), yang digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Kesatuan Bangsa (BPMPD & Kesbang).
Nurdin juga berpesan, siapapun tidak menghianati Pancasila yang merupakan salah satu pilar kebangsaan. Yang isinya terdapat sila ketuhanan yang maha esa. Dengan demikian sama seperti azam Kabupaten Karimn yang pertama yakni peningkatan iman dan taqwa.
Sementara itu Ketua Pantia Pelaksana, Nasrial yang juga sebagai Kepala Bidang Kesatuan Bangsa mengatakan, dengan terbentuknya FPK diharapkan dapat menjaga situasi Karimun agar tetap kondusif, aman dan tertib serta terjalinnya silaturahmi antar suku di Kabupaten Karimun.
"Dengan adanya pembauran dan koordinasi yang baik antar instansi vertikal serta SKPD, maka ini akan turut membantu menjaga wilayah kita untuk tetap stabil," ucapnya.
Maksud dari pengukuhan tersebut kata Nasrial, agar pemerintah dan masyarakat mengetahui bahwa FPK sudah dibentuk dan telah dilegalitaskan oleh pemda dengan jujuan meningkatkan kesatuan dan persatuan.
Dalam pengukuhan tersebut, didapati sebanyak 43 orang sebagai pengurus. Sebagai ketua adalah H Abu Samah dan sekretaris JB Walianto. Acara akan dilanjutkan dengan gerak jalan santai yang akan dilaksanakan di coastal area beberapa hari kedepan. Setelah itu akan digelar gotong royong yang juga dipusatkan di coastal area.(gan)Share
Newer news items:
- Pembangunan Berbasis Anggaran Kecamatan
- Soal UN SMP Tiba Hari Ini di Karimun
- PT KSS Terancam Diberi Sanksi
- 27 Kepsek SMP dan SD di Karimun Dilantik
Older news items:
- Pelabuhan Alai Terancam Dirubuhkan
- Akuntabilitas PNS Karimun Semakin Baik
- Kecamatan Belat Gelar Road Show Baksos Kesehatan
- Ericson Tak Sanggup Lanjutkan UN




