KARIMUN - Soal Ujian Nasional (UN) untik siswa SMP sederajat tiba di Karimun secara bertahap, hal itu dikarenakan masih belum selesainya proses penyelesaian perecetakan dipusat.
Pada Jumat kemarin (20/4), baru tiga mata pelajaran soal UN yang sampai ke Karimun sekitar pukul 13.00 WIB. Diantaranya adalah Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dengan jumlah total sebanyak 171 kardus dan langsung dilakukan bongkar muat di Pelabuhan KPK, selanjutnya diinapkan di Polres Karimun untuk menjaga kerahasiaannya.
Sedangkan soal mata pelajaran IPA baru tiba di Karimun pada Minggu (21/4) sekitar pukul 14.00 WIB, dengan jumlah sebanyak 87 kardus, 30 diantaranya untuk peserta ujian paket B. Yang juga diinapkan di Polres Karimun.
Meski masih berkurang satu mata pelajaran lagi yang harus didistribusikan secepatnya, pada Minggu pagi kemarin Disdik baru mendistribusikan soal UN SMP untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ke pulau-pulau, karena soal IPA baru tiba di Karimun hampir malam, sehingga pendistribusiannya pun dilakukan bertahap.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim kepada Haluan Kepri mengatakan, untuk soal UN pada mata pelajaran IPA baru akan didistribusikan hari ini, atau bertepatan dengan hari pertama siswa SMP mengikuti ujian tersebut. Dengan menggunakan kapal laut reguler ke tiga tujuan, yakni Moro, Durai dan Tanjung Batu.
"Mata pelajaran IPA diujikan pada hari terakhir atau Kamis besok (24/4), jadi tidak masalah kalau didistribusikan pada Senin besok (hari ini). Polisi dipastikan bakal ikut mengawal ke tiga titik tujuan pengiriman soal tersebut," ujar Bakri, Minggu (21/4).
Intinya lanjut Bakri, siswa SMP tetap bisa mengikuti UN meski pendistribusian soalnya dilakukan bertahap. Tentunya pula dalam pengirimannya ke pulau-pulau tetap dilakukan pengawalan ketat oleh pihak kepolisian.
Bakri juga memastikan dan menjamin bahwa tidak akan ada kunci jawaban atau soal UN yang bocor. Karena proses pengawalannya cukup ketat dan dilakukan pengamanan menggunakan kunci sistim ganda. Dalam artian, ada dua gembok yang dipasang pada pintu tersebut. Satu kunci dipegang oleh polisi yang menjaga pintu gudang penyimpanan soal UN dan Disdik juga memegang satu kunci gembok yang berbeda. Sehingga jika ada pihak yang akan membuka pintu tersebut, tidak akan bisa jika tidak menggunakan satu kunci lagi yang dipegang oleh dua instansi tersebut (Polisi dan Disdik)
Dengan demikian menurut Bakri, mustahil jika ada kunci jawaban atau soal UN yang bocor. Karena memang betul-betul dijaga ketat, mulai dari pengirimannya ke Karimun, yang selanjutnya diinapkan ke Polres, kemudian di pulau-pulau pun diinapkan di Polsek.
"Kita jamin soal UN ini tidak akan bocor. Dengan demikian dihimbau kepada para siswa jangan menghiraukan jika ada isu atau informasi mengenai bocoran kunci jawaban UN. Kan paket soalnya sama seperti UN SMA sederajat, yakni berjumlah 20, jadi harus ada jumlah yang sama pula untuk dicari jawabannya. Jika memang ada informasi kebocoran soal UN tentu sulit mempercayainya," jelas Bakri.
Sedangkan sistim pengambilan soal kata Sudarmadi, dilakukan setiap hari dan tidak boleh lebih. Dicontohkannya, jika hari Senin mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indoensia, maka hari itu hanya soal untuk satu mata pelajaran saja yang diambil, kemudian keesokan harinya juga sama seperti itu sampai berakhirnya pelaksanaan UN.
Mengenai sistim pengawasan, sama seperti pelaksanaan UN tahun lalu. Yakni menggunakan pengawas silang. Namun untuk guru bidang studi dilarang menjadi pengawas. Selain itu, guru yang mengajar di suatu sekolah tidak boleh menjadi pengawasi di sekolah tempat ia mengajar.(gan)Share
Newer news items:
- SMAN 1 Kundur Peringati Hari Bumi
- Seluruh Petugas Upacara Kaum Perempuan
- Dibalik Kesuksesan Indah Meraih Gelar S2 di AS
- 40 Paket Naskah UN SMP di Karimun Kurang
Older news items:
- 27 Kepsek SMP dan SD di Karimun Dilantik
- PT KSS Terancam Diberi Sanksi
- Soal UN SMP Tiba Hari Ini di Karimun
- Pembangunan Berbasis Anggaran Kecamatan




