KARIMUN (HK) - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Karimun, terdapat kekurangan 40 paket naskah soal dan lembar jawaban ujian nasioanal (LJUN) sehingga 40 siswa tidak kebagian soal ujian.
Hal itu diketahui saat pengawas dan panitia membuka map berisikan keperluan pelaksanaan UN SMP sederajat untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Senin kemarin (22/4).
Mengetahui hal itu, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun guna mencari solusi. 40 paket naskah UN SMP yang mengalami kekurangan tersebut ditemukan di dua sekolah. Sebanyak 20 paket ditemukan di SMPN 4 Meral, sehingga pelaksanaan ujian di sekolah tersebut terpaksa tertunda selama dua jam. Karena menunggu panitia menggandakan soal dan LJUN dengan cara di foto copy.
Sedangkan 20 paket naskah UN lainnya yang mengalami kekurangan terdapat di SMPN 2 Kundur. Sama seperti di SMPN 4 Meral, pelaksanaan ujian di sekolah tersebut pun terpaksa tertunda selama 30 menit, yang juga menunggu panitia menggandakan soal dan LJUN dengan cara di foto copy.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan SMP (Kabid Dikdas dan SMP) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, Riauwati kepada Haluan Kepri ketika dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Sehingga solusi dari instansi yang mengurusi pendidikan itu adalah menginstruksikan kepada para panitia pelaksana UN di dua sekolah yang dimaksud (SMPN 4 Meral dan SMPN 2 Kundur) agar menggandakan naskah UN dengan cara di foto copy.
"Kami kan tidak tahu sebelumnya kalau terjadi kekurangan paket naskah UN, karena memang tidak boleh dibuka sebelum pelaksanaannya akan dimulai. Sehingga atas temuan itu diberikan solusi agar difoto copy. Upaya tersebut pun itu tetap dikawal ketat oleh Polisi, pengawas independen dan guru pengawas silang. Mulai dari menuju lokasi foto copy dan digandakan, sampai kembali lagi ke sekolah. Sehingga kerahasiaannya tetap terjaga," ujar Riauwati, Senin (22/4).
Akibat kekurangan paket soal tersebut lanjur Riauwati, pelaksanaan UN di SMPN 2 Meral baru bisa dilakukan pada pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 11.00 WIB, atau tertunda selama dua jam. Sedangkan di SMPN 2 Kundur, ujian baru bisa dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB atau tertunda selama 30 menit. Padahal sesuai jadwal seharusnya seluruh peserta sudah harus mulai mengerjakan soal pada pukul 07.30 WIB. Kendati demikian pelaksanaan UN pada hari pertama berjalan lancar, tanpa ada gangguan atau halangan yang berarti.
Kepala SMPN 2 Kundur, Anuwar saat dikomfirmasi wartawan pun membenarkan adanya kekurangan soal dan LJUN di sekolah yang ia pimpin. Diakuinya bahwa hal tersebut telah dikoordinasikan dengan tim independen dan Disdik Kabupaten Karimun, guna melakukan penggandaan naskah UN SMP dihari pertama pelaksanaannya, yakni untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
"Memang pelaksanaan UN di sekolah kami diundur 30 menit dan telah mendapat persetujuan dari pengawas independen dan guru pengawas silang, serta disaksikan pihak kepolisian. Seharusnya siswa sudah mengerjakan soal mulai pukul 07.30 WIB, tapi dengan masalah ini terpaksa tertunda dan kita baru mulai pada pukul 08.00 WIB," kata Anuwar.
Anuwar juga mengaku sangat menyayangkan atas kekurangan 20 paket naskah UN di sekolah yang dipimpinnya. Sehingga membuat pelaksanaan terpaksa tertunda 30 menit lamanya, kartena harus menunggu penggandaan yang dilakukan panitia dengan pengawalan ketat polisi bersama pengawas.
Harusnya menurut Anwar, pemerintah lebih memperhatikan pendidikan. Disaat hari pertama siswa sudah harus menunggu soal dan lembaran jawaban yang masih di foto copy.
Salah seorang siswa SMP Negeri 2 Kundur yang akan mengikuti UN pada hari pertama kemarin mengaku kecewa. Lantara harus menunggu terlebih dahulu naskah ujian difoto copy. Sehingga dirinya merasa tidak nyaman karena waktu ujian harus tertunda.
"Kami kecewa karena harus menunggu akibat dari kurangnya soal dan lembar jawaban. Seharusnya kami sudah di kelas, apalagi hari ini ujian Bahasa Indonesia yang banyak cerita dan butuh kosentrasi yang cukup untuk menjawab soal tersebut," ujar siswa SMPN 2 Kundur yang enggan disebutkan namanya ini. (gan)Share
Newer news items:
- Dirut Perusda Karimun Ditangkap
- Insentif Guru TPQ dan RT/RW di Karimun Rp7,7 M
- Angkot Terbakar dan Meledak
- Hery Winarno Gantikan Sawa
Older news items:
- Masjid Al Falah Karimun Sedot Anggaran Rp1,6 M
- Dishub Kepri Harus Bertanggungjawab
- Jalasenastri Juarai Lomba Senam Sehat
- 3.517 Peserta Siap Ikut UN SMP di Karimun Hari Ini




