Senin04162018

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Dibalik Kesuksesan Indah Meraih Gelar S2 di AS

Dibalik Kesuksesan Indah Meraih Gelar S2 di AS

Orang Tua Berikan Kebebasan

KARIMUN (HK)- Ir Indah Hermansyah Putri MsC, lulusan Magister Teknik Tambang di Colorado School of Mines, Colorado Amerika Serikat, merupakan satu-satunya puteri asal Karimun yang berhasil meraih gelar S2 di Amerika Serikat. Tak cukup waktu dua tahun bagi Indah untuk meraih gelar itu.
Keberhasilan Indah meraih gelar S2 di Amerika Serikat, tak lepas dari peranan kedua orang tuanya dalam mendidik Indah sejak kecil. Perempuan yang lahir di Pekanbaru, 5 Juni 1988 dari pasangan Hermansyah SH dengan Neliwarti ini sejak kecil dibiarkan bebas berekspresi oleh orang tuanya.

"Sejak kecil hingga sekarang, sekalipun saya tidak pernah memarahi Indah. Saya selalu memberikan kebebasan kepadanya untuk memilih apa saja yang dia mau, tentu saja dalam artian yang positif," ujar Hermansyah, mantan jaksa di Kejari Tanjungbalai Karimun, saat bincang-bincang ringan dengan Haluan Kepri, Senin (22/4) kemarin.

Menurut urang awak ini, dirinya bersama istri selalu menekankan disiplin dalam belajar kepada kedua anaknya, termasuk Satya Hermansyah Puteri, anak kedua mereka yang saat ini tengah duduk di semester tujuh jurusan Geofisika Institut Teknologi Surabaya (ITS).

"Dari Senin sampai Sabtu, sepulang sekolah kami selalu mewajibkan Indah dan adiknya untuk belajar di rumah. Tak ada waktu bermain di luar, yang ada hanya teman-teman mereka yang datang belajar ke rumah. Makanya, sampai sekarang anak-anak tidak pernah mengenal yang namanya malam Minggu," kata Herman.

Karena tingginya disiplin belajar yang diterapkan kedua orang tuanya itulah, Indah selalu menjadi juara satu di kelasnya, mulai sejak duduk di kelas I SD di SDN 02 Bukit Senang hingga ke kelas XII di SMAN Binaan di Bati. Makanya, Indah selalu menjadi kebanggaan seluruh guru dan kepala sekolahnya.

"Saat itu Kepala Sekolah SMA Negeri Binaan dijabat M Tahar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT). Beliau sangat bangga sekali memiliki anak didik seperti Indah. Karena selalu menjadi langganan juara kelas," ungkap Herman.

Menurut cerita Herman, saat duduk di bangku kelas XII tahun 2006, tiba-tiba ada undangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk mengirimkan satu utusan daerah agar masuk ke ITB. Namun, undangan itu tidak sampai ke Pemkab Karimun, Indah tahunya justru dari internet.

Akhirnya, Indah mengikuti ujian seleksi menuju ITB di Primagama Karimun. Saat itu, dirinya bersaing dengan 74 siswa lainnya di Kabupaten Karimun, hingga akhirnya dia yang berhasil menjadi utusan Karimun menjadi mahasiswa jurusan Geofisika di ITB.

Menurut Herman, keberhasilan anaknya tidak terlepas dari perhatian Pemkab Karimun, karena seluruh biaya kuliah Indah ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Karimun. Mulai dari uang pembangunan yang besarnya Rp50 juta hingga uang semester yang besarnya Rp3 juta per semester.

"Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Karimun, khususnya Bapak Bupati Nurdin Basirun yang telah memperhatikan anak saya hingga bisa kuliah sampai selesai di ITB. Sehingga, bisa bekerja di Jakarta dan melanjutkan kuliah S2 nya di Amerika Serikat," ungkapnya.

Lulus dari ITB, Indah langsung diterima bekerja di PT Chevron Jakarta. Indah hanya bertahan tiga bulan bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang eksploitasi minyak tersebut, lalu berpindah ke PT Exxonmobil selama satu tahun. Dari perusahaan inilah dirinya memiliki peluang kuliah di Amerika Serikat.

"Saat itu, ada tawaran kuliah S2 dari PT Exxonmobil ke Amerika Serikat. Ada tiga orang karyawan lulus seleksi termasuk Indah. Dua karyawan lainnya kuliah di Miami dan Los Angeles, sementara Indah kuliah di Colorado School of Mines, Colorado. Salah satunya syaratnya harus menguasai Bahasa Inggris," kata Herman.

Herman menyebut, Indah menyelesaikan kuliah S2 di Amerika Serikat itu hanya butuh waktu satu tahun 10 bulan, mulai sejak Juni 2011 hingga tuntas April 2013. Indah meraih suksesnya, yakni dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,9.

"Nilai mata kuliahnya A semua, hanya satu yang A-, kalau tidak mungkin IPK nya 4,0," kata Herman, bangga. (ilham)

Share