Angkot dengan trayek Tanjungbatu-Tanjung Berlian tersebut dikendari Abdul Rahman (35), yang merupakan warga Kampung Tengah Kelurahan Tanjung Berlian Kecamatan Kundur Utara.
Sebelum peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 15.00 WIB angkot tersebut sempat menyerempet pengendara sepeda motor Yamaha Mio warna hitam, dengan nomor polisi BP 4265 KL, yang dikendarai oleh Ali Yanto (67) dan berboncengan bersama istrinya, Sri Nuryati (57).
Supir angkot yang baru saja menyerempet pengendara sepeda motor itu pun langsung mencoba membantu korban untuk diantar ke Pusesmas. Namun nasib naas kembali terjadi angkot yang akan mengantar korban tiba-tiba terbakar.
Pada awal kejadian kebakaran tersebut, ternyata api pertama kali muncul dari bagian belakang angkot, yang ternyata bermuatan BBM. Beruntung saat kebakaran itu terjadi, korban serempet angkot yang dibantu tersebut segera keluar namun sempat terkena luka bakar ringan. Bahkan sang supir pun sempat mengalami luka bakar ringan.
Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari kebakaran angkot tersebut. Pihak kepolisian Polsek Kundur Utara-barat masih mengumpulkan data-data, sehingga belum bisa dimintai komentar lebih lanjut.
"Abdul Rahman sempat diperiksa soal lakalantasnya, tapi sudah diperbolehkan pulang. Karena kedua belah pihak saling memaafkan," ujar Kapolsek Kundur Utara Barat, AKP.Burhanuddin, singkat.
Korban yang diserempet sang angkot tersebut, Sri Nuryati sempat mengatakan bahwa ia dan suaminya baru saja pulang dari warung untuk berbelanja keperluan dapur. Namun naas saat berada dijalan Kampung Baru Kelurahan Tanjung Berlian, ia dan suaminya bersenggolan dengan sebuah angkot. Sehingga mengakibatkan suaminya terjatuh dan mengalami luka.
"Saat itu bapak (sapaan Sri Nuryanti kepada suaminya) sudah jatuh, angkot pun langsung berhenti. Melihat kondisi bapak luka sopir turun berniat membawa ke puskesmas," ujar Sri Nuryati saat mencerita kejadian tersebut di Puskesmas Tanjung Berlian Kecamatan Kundur Utara.
Sri mengungkapkan, kebakaran yang dialami angkot tersebut terjadi pada saat suaminya sudah dibantu sopir dan telah berada di dalam angkot. Namun naasnya, ketika Abdul Rahman menyalakan menyalakan mesin angkotnya, tiba-tiba saja ada api di bagian belakang.
Pada saat kebakaran itu terjadi Sri mengaku kaget. Karena suaminya masih berada didalam angkot naas tersebut. Namun sang supir langsung turun membantu suaminya keluar. Api pun semakin membesaar dan membakar semua angkot tersebut
Sementara itu, menurut pengakuan salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian sempat terjadi dua kali ledakan pada saat angkot tersebut terbakar. Seketika itu juga angkot naas tersebut langsung ludes terbakar meski warga mencoba memadamkan api dengan seadanya.
"Waktu itu sekitar pukul 17.00 WIB api masih menyala dan ada dua kali ledakan yang kami dengar. Ledakan pertama tidak terlalu keras, tapi ledakan kedua cukup keras. Beberapa warga ikut memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api begitu besar tidak berhasil dipadamkan, sehingga menghanguskan seisi angkot tersebut," kata warga yang enggan menyebutkan namanya.
Kondisi supir angkot naas tersebut mengalami luka bakar ringan di bagian wajah, kaki dan tangannya. Sedangkan Ali Yanto sang koban serempet oleh angkot tersebut mengalami luka bakar ringan dibagaian lengan kiri hingga leher. Namun keduanya telah dirawat di Puskesmas Kundur Utara.
Sampai saat ini mobil angkot naas tersebut masih ditinggal di lokasi kejadian, menunggu diangkut ke Polsek Kundur Utara Barat.(gan)Share
Newer news items:
- Mulai 2014 Kades Kelola PBB
- Seleksi Anggota KPUD Karimun
- Perairan Karimun Rawan Perompakan
- Dirut Perusda Karimun Gagal Dibawa ke Padang
Older news items:
- 40 Paket Naskah UN SMP di Karimun Kurang
- Dibalik Kesuksesan Indah Meraih Gelar S2 di AS
- Seluruh Petugas Upacara Kaum Perempuan
- SMAN 1 Kundur Peringati Hari Bumi




