Kamis06062013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Insentif Guru TPQ dan RT/RW di Karimun Rp7,7 M

Insentif Guru TPQ dan RT/RW di Karimun Rp7,7 M

KARIMUN (HK) - Pemerintah Kabupaten Karimun tahun 2013 menyiapkan anggaran sebesar Rp7,7 miliar untuk pembayaran insentif guru Taman Pendidikan Quran (TPQ), Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), dan insentif RT/RW sebesar Rp7,7 miliar.
Anggaran sebesar itu disalurkan bagi insentif guru TPQ, TPA dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) sekitar Rp5 miliar lebih. Sedangkan anggaran untuk insentif RT dan RW se Kabupaten Karimun mencapai Rp2,5 miliar lebih.

Adapun rincian jumlah guru TPQ, TPA dan MDA se Kabupaten Karimun saat ini mencapai 1422 orang. Sedangkan insentif untuk setiap orangnya per bulan sebesar Rp300 ribu dan diserahkan per tri wulan dengan total Rp900 ribu setiap kali penerimaan. Sehingga total yang dikeluarkan oleh Pemkab Karimun setiap tahunnya mencapai RpRp5.119.200.000.

Sedangkan rincian jumlah RT RW se Kabupaten Karimun saat ini sebanyak 1438 orang. Dengan besaran insentif yang mereka terima per tri wulan sebesar Rp475 ribu. Jika dalam setahun ada empat kali penyerahan insentif, maka jumlah yang dikeluarkan Pemkab Karimun adalah Rp2.588.400.000. Sehingga total insentif yang diserahkan Pemkab Karimun sebesar Rp7.707.600.000 setiap tahunnya.

Jumlah tersebut didapati saat penyerahan insentif guru TPQ, TPA dan MDA se Kabupaten Karimun, yang disejalankan dengan penyerahan insentif RT RW se Kabupaten Karimun di Masjid Agung Kabupaten Karimun, Selasa kemarin (23/4).

Bupati Karimun Nurdin Basirun dalam menghadiri acara tersebut mengatakan, perkembangan teknologi canggih saat ini betul-betul berpengaruh terhadap anak-anak. Mereka sibuk untuk menguasai dan pada akhirnya tidak ada keseimbangan.

"Akibatnya muncul permasalahan ditengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memberikan pembinaan kepada anak sejak dini, dengan melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA)," ujar Nurdin.

Dalam mengembangkan TPQ, TPA dan MDA, Nurdin merasa hal tersebut perlu terus dilakukan. Karena manfaatnya memang sangat dirasakan masyarakat. Sehingga dia juga menaku bakal mendorong adanya anggaran untuk pendidikan keagamaan bagi anak-anak tersebut, yang juga bermuara kepada peningkatan salah satu azam Kabupaten Karimun, yakni peningkatan iman dan taqwa.

Dengan demikian Nurdin berharap, agar Kabupaten Karimun dapat menjadi tempat kunjungan wisata religius. Yang nantinya bermanfaat untuk masyarakat secara umum. Ia menghimbau kepada para RT dan RW agar dapat mengerahkan masyarakat untuk menjaga kebersihan. Untuk itu perlu dilakukan gotong royong dalam memberihkan tempat tinggal.

"Sekarang penduduk di Kecamatan Karimun sudah mencapai 63.000 jiwa. Kalau dibandingkan dengan Kabupaten Natuna atau Anambas, mereka baru sekitar 45.000 jiwa dan jumlah perbandingan tersebut baru satu Kecamatan di tempat kita. Artinya kepadatan pendduk semakin besar, tentu kenyamanan dan keamanan perlu terjamin, maka dari itu perlu betul-betul menjaga kebersihan dengan wilayah yang padat ini," imbuhnya.

Kabag Kesra Kabupaten Karimun, Usman mengatakan, dari 1422 guru TPQ di Kabupaten Karimun, telah ada sekitar 200 guru yang telah ikut sertifikasi dan 10 diantaranya mendapatkan nilai C plus. Sehingga dipercayakan oleh pusat untuk menjadi tim sertifikasi tingkat Kabupaten.

"Jumlah insentif para guru TPQ, TPA dan MDA saat ini naik jadi Rp300 ribu per bulan dan diserahkan per tri wulan. Sebelumnya mereka hanya menerima Rp250 ribu per bulan," ujar Usman.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Kabupaten Karimun, Isnaini mengatakan, jumlah RT dan RW se Kabupaten Karimun mencapai 1438. Angka tersebut adalah setelah adanya pemekaran Kecamatan. Jika sebelumnya hanya ada sembilan Kecamatan di Kabupaten Karimun, maka didapati jumlah RT RW sebanyak 1359.

"Jumlah insentif yang mereka terima adalah sebesar Rp475 ribu per tri wulan. Penerimaan ini hanya di lima Kecamatan se Pulau Karimun, sisanya masih menunggu kesempatan Bupati untuk menyerahkannya ke pulau-pulau," kata Isnaini.(gan)

Share